INSIBERNEWS - Situasi di Jalur Gaza kembali memanas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah rumah sakit di Khan Younis pada Minggu (23/3/2025).
Serangan tersebut menewaskan lima orang, termasuk seorang tokoh politik senior dari Hamas.
Pihak berwenang Palestina dan Hamas telah mengonfirmasi kejadian ini, sementara Israel mengklaim serangan itu menargetkan anggota penting kelompok militan tersebut.
Menurut laporan otoritas kesehatan di Gaza, serangan itu menghantam bagian bedah di Rumah Sakit Nasser, yang selama ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di wilayah konflik tersebut.
Ledakan besar yang terjadi memicu kepanikan di antara pasien dan tenaga medis yang masih bertahan di rumah sakit tersebut.
Israel mengklaim bahwa serangan dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang mendalam serta menggunakan amunisi presisi untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga: Netanyahu Ungkap Serangan Udara ke Gaza Setelah Gencatan Senjata hanya Permulaan
Hamas kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa salah satu anggota penting dari kantor politiknya, Ismail Barhoum, termasuk di antara korban tewas.
Barhoum dikenal sebagai salah satu tokoh senior dalam struktur kepemimpinan Hamas, dan kematiannya diyakini akan berdampak pada dinamika politik serta perlawanan kelompok tersebut.
Baca Juga: Israel Bombardir Gaza dengan Serangan Udara Terbesar, 404 Orang Terbunuh
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga membenarkan bahwa target utama serangan itu adalah Barhoum.
Menurutnya, operasi ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk melemahkan struktur kepemimpinan Hamas yang selama ini dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap wilayah Israel.
Artikel Terkait
Mulai Sedikit Membaik, Vatikan Ungkap Kondisi Terbaru Paus Fransiskus dan Bagikan Isi Telepon Bapa Suci dengan Paroki Gaza
Indonesia Akan Salurkan Bantuan Rp3,2 Triliun untuk Rekonstruksi di Gaza
Israel Perpanjang Gencatan Senjata di Gaza, Berlaku hingga Ramadan dan Paskah
Israel Siap Lanjutkan Serangan ke Gaza Jika Gencatan Senjata Gagal Diperpanjang
Negara-Negara Arab Sepakat Bangun Kembali Gaza, Tolak Usulan AS Soal Relokasi Warga
Israel Ancam Putus Pasokan Listrik ke Gaza di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata
AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Gaza ke Afrika, Namun Ditolak Negara-Negara Terkait
Sekjen PBB Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan 322 Orang Lebih, Desak Gencatan Senjata Segera Mungkin!
Israel Bombardir Gaza dengan Serangan Udara Terbesar, 404 Orang Terbunuh
Netanyahu Ungkap Serangan Udara ke Gaza Setelah Gencatan Senjata hanya Permulaan