INSIBERNEWS - Semarang bersiap menghadapi lonjakan kendaraan selama masa mudik Lebaran 2025. PT Jasamarga Transjawa Tol memperkirakan sekitar 577 ribu kendaraan akan melintasi Gerbang Tol Kalikangkung dari arah barat menuju Kota Semarang dalam periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
Pada puncak arus mudik, yang diprediksi terjadi pada 28 Maret, diperkirakan ada 70 ribu kendaraan yang melewati gerbang tol ini—naik drastis hingga 313 persen dibandingkan dengan kondisi normal.
Baca Juga: Misteri Freezer Terkunci, Polresta Bongkar Aksi Mutilasi Keji di Tangerang
Tak hanya di Kalikangkung, perhatian juga tertuju pada Gerbang Tol Banyumanik, yang menjadi jalur utama kendaraan menuju Solo dan Yogyakarta. Diperkirakan, sekitar 766 ribu kendaraan akan keluar dari Semarang menuju Tol Semarang-Solo selama periode Lebaran, meningkat sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah, upaya antisipasi dan pengaturan lalu lintas menjadi prioritas untuk memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan aman.
Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025, Simak Syarat dan Jenisnya
Salah satu strategi yang telah disiapkan adalah rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah (one way) yang akan diberlakukan mulai 27 hingga 29 Maret 2025. Skema ini akan dimulai dari Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Kalikangkung guna mengurai kepadatan di jalur utama mudik.
PT Jasa Marga juga mengimbau pemudik untuk cermat memilih waktu keberangkatan agar terhindar dari puncak kemacetan. Selain itu, pengemudi diminta tidak terlalu lama berhenti di rest area, mengingat tingginya jumlah kendaraan yang akan melintas.
Baca Juga: Masjid Jalur Mudik Dibuka 24 Jam, Kemenag Pastikan Pemudik Nyaman
Selain sistem satu arah, Jasa Marga juga telah memetakan sepuluh titik rawan kepadatan di ruas Tol Transjawa yang akan menjadi fokus pengawasan selama periode mudik.
Beberapa titik yang berpotensi mengalami kepadatan antara lain tanjakan Tembalang di ruas Tol Dalam Kota Semarang, beberapa rest area di Tol Semarang-Batang dan Semarang-Solo, serta Gerbang Tol Bawen di Kabupaten Semarang.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan di titik-titik ini.
Baca Juga: Jokowi Jawab Soal Ajakan Damai dari Puan Soal Perseturuan dengan PDIP: Yang Mulai Duluan Siapa?
Dengan tingginya arus kendaraan yang diprediksi, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan informasi lalu lintas terkini, serta mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan.
Artikel Terkait
Hasto Ungkap Nota Keberatan Dalam Tipikor, Sebut-sebut Nama Jokowi, Ada Apa?
Tips Nyaman Mudik Jakarta-Yogyakarta via Jalur Darat, Simak Rutenya!
Shin Tae-yong Soroti Kekalahan Indonesia dari Australia, Sebut ada 3 Faktor Penyebabnya, Apa Saja?
Presiden Donald Trump Akan Tutup Departemen Pendidikan AS, Apa Alasannya?
Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Jadi 'Shenzhen' Indonesia
Jokowi Jawab Soal Ajakan Damai dari Puan Soal Perseturuan dengan PDIP: Yang Mulai Duluan Siapa?
Trump Ultimatum ke Iran, Dua Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Masjid Jalur Mudik Dibuka 24 Jam, Kemenag Pastikan Pemudik Nyaman
Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025, Simak Syarat dan Jenisnya
Misteri Freezer Terkunci, Polresta Bongkar Aksi Mutilasi Keji di Tangerang