INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap Iran dengan mengirim surat langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam surat tersebut, Trump memberikan batas waktu dua bulan bagi Iran untuk menyepakati perjanjian nuklir baru, seperti dilaporkan oleh Axios.
Baca Juga: Tragis! Enam WNI Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jamaah Umrah di Arab Saudi
Menurut seorang pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui isi surat itu, ultimatum tersebut bisa saja mulai dihitung sejak pengiriman surat atau sejak negosiasi dimulai. Namun, hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut terkait titik awal batas waktu tersebut.
Baca Juga: Hasto Ajukan Eksepsi, Sebut Ada Operasi Politik di Balik Kasusnya
Proses pengiriman surat ini melibatkan jalur diplomatik yang cukup panjang. Utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyerahkan surat tersebut kepada Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Bin Zayed di Abu Dhabi.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, membawa surat tersebut ke Teheran dan menyerahkannya kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Baca Juga: ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Pemprov DKI Ancam Bakal Kasih Sanksi Tegas
Menanggapi surat Trump, Khamenei secara terbuka mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai “taktik intimidasi” yang tidak akan mengubah posisi Iran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa mereka masih meninjau isi surat tersebut dan sedang menyusun tanggapan resmi.
Baca Juga: Djokovic Kembali ke Miami Open, Berburu Gelar ke-100 dan Bertemu Jon Bon Jovi
Trump sendiri berulang kali menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dalam pernyataan sebelumnya, ia menegaskan bahwa jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan, AS siap mengambil tindakan lain.
"Kami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Sesuatu akan segera terjadi. Saya lebih suka kesepakatan damai, tetapi jika itu tidak terjadi, ada opsi lain yang akan menyelesaikan masalah ini," ujar Trump.
Baca Juga: Hasto Ungkap Nota Keberatan Dalam Tipikor, Sebut-sebut Nama Jokowi, Ada Apa?
Artikel Terkait
Tragis! Enam WNI Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jamaah Umrah di Arab Saudi
Hasto Ajukan Eksepsi, Sebut Ada Operasi Politik di Balik Kasusnya
ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Pemprov DKI Ancam Bakal Kasih Sanksi Tegas
Djokovic Kembali ke Miami Open, Berburu Gelar ke-100 dan Bertemu Jon Bon Jovi
Hasto Ungkap Nota Keberatan Dalam Tipikor, Sebut-sebut Nama Jokowi, Ada Apa?
Tips Nyaman Mudik Jakarta-Yogyakarta via Jalur Darat, Simak Rutenya!
Shin Tae-yong Soroti Kekalahan Indonesia dari Australia, Sebut ada 3 Faktor Penyebabnya, Apa Saja?
Presiden Donald Trump Akan Tutup Departemen Pendidikan AS, Apa Alasannya?
Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Jadi 'Shenzhen' Indonesia
Jokowi Jawab Soal Ajakan Damai dari Puan Soal Perseturuan dengan PDIP: Yang Mulai Duluan Siapa?