INSIBERNEWS - Rabu (19/3/2025) Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Panggilan ini terjadi sehari setelah Trump berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Selasa (18/3/2025).
Pembicaraan tersebut berfokus pada upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.
Baca Juga: Kontroversi Tertutupnya Draft RUU TNI yang Disetujui di DPR, Wakil Ketua Komisi I Ungkap Alasannya
Dilansir INsibernews dari laman AL Jazeera (21/3/2025), dalam percakapan tersebut, kedua pihak, Rusia dan Ukraina, pada dasarnya sepakat untuk menerapkan gencatan senjata terbatas.
Namun, meskipun Rusia menanggapi positif, Presiden Putin menolak permintaan Trump untuk menetapkan gencatan senjata penuh selama 30 hari.
Sebagai kompromi, Putin sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina, yang selama ini menjadi sasaran serangan utama dalam konflik tersebut.
Baca Juga: Pengusaha Desak Agar Ada Penegakan Hukum untuk Permintaan THR dari Ormas
Di sisi lain, Presiden Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina juga siap mendukung upaya yang diusulkan Amerika Serikat, yang bertujuan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina berkomitmen untuk mendukung gencatan senjata.
Kemudian mempertegas bahwa upaya tersebut akan terus berlanjut melalui pertemuan lebih lanjut.
Baca Juga: Hasil Autopsi 3 Polisi yang Tewas saat Gerebek Judi Sabung Ayam: Terdapat Luka Tembak Fatal
Zelenskyy menambahkan bahwa dalam beberapa hari mendatang, tim dari Amerika Serikat dan Ukraina akan bertemu di Arab Saudi untuk melanjutkan pembicaraan mengenai gencatan senjata yang lebih luas dan langkah-langkah lainnya untuk menghentikan eskalasi konflik.
Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam meredakan ketegangan dan mencari solusi perdamaian jangka panjang.
Artikel Terkait
Usai Gencatan Senjata, Donald Trump Ungkap Ingin Membeli dan Memiliki Gaza
Bagaimana Nasib Warga Palestina Setelah Donald Trump Berniat akan Membeli dan Memiliki Gaza?
Presiden AS Donald Trump Ingin Pastikan Hamas Tidak Akan Bisa Kembali ke Gaza
Imbas Kebijakan Donald Trump, Rupiah Mengalami Pelemahan hingga di atas Rp16.300
Kontroversi! Donald Trump Bekukan Lembaga Penyiaran dan Media Pemerintah, Kenapa?