INSIBERNEWS - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp16.300 per dolar AS menjadi perhatian utama dalam perekonomian Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat, terutama sejak era Presiden Donald Trump.
Kebijakan moneter AS, yang mencakup peningkatan suku bunga dan pengurangan stimulus fiskal, telah memberikan dampak besar terhadap nilai tukar mata uang global, termasuk rupiah.
Baca Juga: 23 Persen Lulusan Harvard Belum Mendapatkan Pekerjaan Akibat Ketatnya Persaingan
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (16/3/2025), pada akhir 2024, Sri Mulyani memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan berada di level Rp16.162 per dolar AS.
Dengan rata-rata sepanjang tahun sekitar Rp15.847 per dolar AS.
Namun, proyeksi tersebut tidak bertahan lama. Memasuki awal 2025, pelemahan rupiah semakin terlihat.
Baca Juga: Catat! Sebelum Beli Perhiasan Emas untuk Lebaran Cek Kode Dibaliknya Agar Tidak Tertipu
Pada 10 Maret 2025, nilai tukar rupiah tercatat di Rp16.340 per dolar AS, dengan rata-rata year-to-date (YTD) mencapai Rp16.309 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia.
Kenaikan nilai dolar AS berdampak langsung pada impor barang dan biaya hidup.
Baca Juga: Bukan Sembarang Orang! Ini 8 Golongan Penerima Zakat Mal
Khususnya bagi barang-barang yang bergantung pada valuta asing.
Selain itu, sektor korporasi yang memiliki utang dalam dolar juga mengalami tekanan, karena beban utang mereka semakin meningkat dengan pelemahan rupiah.
Artikel Terkait
Skandal Baru! Dana CSR BI Mengalir ke Komisi XI DPR RI, Penyidik Ungkap Nilainya Capai Triliunan Rupiah! Apa yang Terjadi?
Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?
Ormas Ganggu Kawasan Industri, Ratusan Triliun Rupiah Raib! Aksi Unjuk Rasa Ini Yang Buat Investor Kabur dari Indonesia!
Warga Gugat MK untuk Lakukan Redominasi Rupiah dari Rp1.000 Jadi Rp1, Apa Alasannya?
Sebenarnya Apa Itu Redenominasi Rupiah yang Saat Ini Digugat Warga pada MK