Ormas Ganggu Kawasan Industri, Ratusan Triliun Rupiah Raib! Aksi Unjuk Rasa Ini Yang Buat Investor Kabur dari Indonesia!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 11 Februari 2025 | 11:46 WIB
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar (IG / Sanny)
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar (IG / Sanny)

INSIBERNEWS - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) diduga menjadi penyebab hilangnya investasi bernilai ratusan triliun rupiah di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran aksi unjuk rasa yang kerap mereka lakukan di dalam kawasan industri, mengganggu jalannya operasional pabrik.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, mengungkapkan bahwa aksi-aksi tersebut bahkan menyebabkan beberapa pabrik disegel. Akibatnya, aktivitas logistik seperti keluar-masuk kendaraan pengangkut bahan baku dan barang jadi pun terhambat.

"Mereka melakukan aksi demonstrasi hingga menutup akses kawasan industri. Pabrik-pabrik jadi tidak bisa beroperasi, bahan baku tidak masuk, barang jadi tidak keluar. Situasi ini membuat pabrik panik dan akhirnya banyak yang menyerah," ujar Sanny di Jakarta pekan lalu.

 Baca Juga: Hong Kong Bakal Larang Vape di Tempat Umum! Pengguna Rokok Elektrik Siap-Siap Kena Sanksi

Investasi Terancam, Investor Enggan Bertahan

Akibat kondisi tersebut, banyak investor yang akhirnya memutuskan hengkang. Tidak hanya itu, calon investor yang semula tertarik untuk menanamkan modal pun jadi ragu dan membatalkan rencana investasi mereka di Indonesia.

"Bukan hanya investor yang sudah ada, tapi yang berniat masuk pun akhirnya mengurungkan niat. Jika dihitung secara keseluruhan, kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai ratusan triliun rupiah," jelasnya.

Selain gangguan akibat demonstrasi, masalah perizinan dan aspek keamanan juga menjadi faktor yang membuat investor enggan bertahan.

 Baca Juga: Penting! Cek Kesehatan Gratis Bisa Selamatkan Nyawa, Tapi Ini Yang Harus Kamu Tahu Tentang Biayanya!

Tuntutan Ormas dan Konflik Rebutan Limbah Ekonomis

Sanny menjelaskan bahwa pada awalnya, beberapa ormas menuntut keterlibatan dalam operasional kawasan industri. Namun, perusahaan tidak bisa serta-merta mengakomodasi permintaan tersebut karena setiap proses bisnis, termasuk pengadaan tenaga kerja atau jasa, harus melalui mekanisme tender resmi.

Tak hanya itu, ormas juga kerap bersaing untuk mendapatkan limbah ekonomis dari industri, seperti potongan logam dari pabrik elektronik atau otomotif. Bahkan, perebutan limbah ini beberapa kali memicu bentrokan antarormas.

"Saat Pak Mahfud MD masih menjabat sebagai Menkopolhukam, data terkait masalah ini sudah ada. Sampai terjadi bentrokan, tawuran, bahkan aksi kekerasan, semua itu sudah tercatat," pungkasnya.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X