INSIBERNEWS - Di tengah isu panas akan mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, data APBN tak kunjung dirilis Kemenkeu.
Hal ini kemudian ditangkap oleh publik bahwa ada masalah pada APBN dan Kemenkeu.
Pengunggahan APBN pada website resmi bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Baca Juga: Penunjukan Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Seskab, Pemerintah: Sesuai Konstitusi!
Dengan mempublikasikan APBN secara terbuka, masyarakat dapat memantau alokasi anggaran negara, penggunaan dana, dan prioritas pembangunan.
Hal ini juga memungkinkan publik, media, dan lembaga independen untuk melakukan pengawasan dan memberikan masukan terkait kebijakan fiskal.
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube Hersubeno Point (13/3/2025), Jurnalis Hersubeno Arief mengungkapkan bahwa APBN bulan Januari dan Februari belum juga dirilis oleh Kemenkeu.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid 2, Presiden Prabowo Akan Ganti 4 Menteri, Siapa Saja?
Hal ini kemudian menjadi janggal karena tidak sesuai dengan tradisi yang selama ini berlangsung.
“Belum dirilisnya APBN kita bulan Januari, Februari. Padahal kan biasanya APBN kita itu dirilis setiap akhir bulan, setiap bulan tepatnya,” ujar Hersubeno Arief.
Tradisi untuk mengunggah APBN ini dilakukan oleh Sri Mulyani sejak 2017.
Baca Juga: Ifan Seventeen Ditunjuk Jadi Dirut PFN, Karier Baru Usai Gagal di Politik?
“Itu menimbulkan tanda tanya kenapa kok sampai molor sekan lama,” ucap Hersubeno Arief.
Artikel Terkait
Kemenkeu Klarifikasi soal Mobil Maung Pindad untuk Pejabat, Ini Penjelasan Lengkapnya!
Kemenkeu Naikkan PPN Jadi 12 Persen, Berikut Daftar Barang yang Tidak Dikenai PPN
Kemenkeu Naikkan PPN Jadi 12 Persen, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?
Menteri PUPR Ungkap Anggaran untuk Pembangunan IKN Diblokir Kemenkeu, Kenapa?
Istana Kepresidenan Klarifikasi Mengenai Anggaran Pembangunan IKN yang Diblokir Kemenkeu