Israel Ancam Putus Pasokan Listrik ke Gaza di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 10 Maret 2025 | 03:08 WIB
Kondisi Gaza Yang Hancur Lebur Akibat Serangan Israel (Foto : REUTERS/FADI WHADI)
Kondisi Gaza Yang Hancur Lebur Akibat Serangan Israel (Foto : REUTERS/FADI WHADI)

INSIBERNEWS - Ketegangan antara Israel dan Hamas semakin meningkat setelah Israel mengancam akan menghentikan pasokan listrik ke Gaza. Ancaman ini muncul di tengah perundingan terkait persyaratan gencatan senjata baru, yang masih menemui jalan buntu.

Langkah ini dilakukan hanya seminggu setelah Israel memblokir masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, ke wilayah kantong berpenduduk lebih dari dua juta orang tersebut.

Baca Juga: Negara-Negara Arab Sepakat Bangun Kembali Gaza, Tolak Usulan AS Soal Relokasi Warga

Menurut laporan The Independent, Menteri Energi Israel telah mengeluarkan perintah resmi kepada Israel Electric Corporation untuk menghentikan penjualan listrik ke Gaza.

Dampak penuh dari keputusan ini masih belum jelas, tetapi fasilitas penting seperti pabrik desalinasi, yang memasok air minum bagi warga Gaza, sangat bergantung pada listrik yang dipasok dari Israel.

Jika ancaman ini benar-benar direalisasikan, situasi kemanusiaan di Gaza akan semakin memburuk.

Baca Juga: Israel Siap Lanjutkan Serangan ke Gaza Jika Gencatan Senjata Gagal Diperpanjang

Israel berdalih bahwa tindakan ini bertujuan menekan Hamas agar menerima proposal gencatan senjata baru. Sementara itu, Hamas menuduh Israel sengaja menggagalkan perundingan damai dengan menggunakan taktik yang mereka sebut sebagai "pemerasan politik".

Hamas mengecam kebijakan Israel yang menghentikan bantuan dan mengancam pemutusan total pasokan air dan listrik sebagai tindakan "kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata".

Baca Juga: Indonesia Akan Salurkan Bantuan Rp3,2 Triliun untuk Rekonstruksi di Gaza

Di sisi lain, Israel mengajukan syarat agar Hamas membebaskan setengah dari sandera yang masih tersisa sebagai imbalan atas janji untuk membahas gencatan senjata yang lebih permanen.

Namun, Hamas bersikeras agar negosiasi langsung masuk ke fase kedua, yang mencakup pembebasan semua sandera, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta perundingan untuk perdamaian jangka panjang.

Baca Juga: Mulai Sedikit Membaik, Vatikan Ungkap Kondisi Terbaru Paus Fransiskus dan Bagikan Isi Telepon Bapa Suci dengan Paroki Gaza

Saat ini, Hamas diyakini masih menahan 24 sandera hidup dan menyimpan jenazah 35 orang lainnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X