INSIBERNEWS – Tragedi memilukan terjadi di sebuah rumah di Jalan Duku, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Seorang bayi perempuan berusia dua bulan, berinisial AMS, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat (7/3) dini hari.
Kematian sang bayi yang awalnya diduga karena faktor alami justru menimbulkan tanda tanya besar setelah dokter menemukan sejumlah kejanggalan di tubuhnya.
Baca Juga: Naas! Ibu dan Anak Tewas dalam Banjir Di Sukabumi, Suami Dicurigai Sengaja Mengunci Pintu
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika sang ibu, PA (27), menyusui bayi tersebut sekitar pukul 21.30 WIB. Setelahnya, PA ikut tertidur di samping anaknya.
Namun, beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 01.30 WIB, ia terbangun dan merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi buah hatinya.
Panik, ia segera membangunkan suaminya, BP (31), yang kemudian membawa bayi mereka ke Puskesmas Kebon Jeruk untuk mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Berpihak Nyata untuk UMKM dan Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Sebesar Rp27,72 Triliun dalam 2 Bulan
Setibanya di puskesmas, dokter yang memeriksa bayi AMS menemukan adanya lebam mencurigakan di beberapa bagian tubuhnya.
Kondisi ini membuat pihak puskesmas enggan mengeluarkan surat kematian tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk menangani kasus ini.
Baca Juga: Buntut Dugaan Korupsi, MPR Minta Dibentuk Lembaga Independen Pengawas Pertamina
"Dari pemeriksaan awal dokter, ditemukan lebam dalam jumlah yang cukup banyak, yang dianggap tidak wajar untuk bayi seusia itu. Oleh karena itu, pihak puskesmas merasa perlu melibatkan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkap Kombes Ade Ary dalam keterangannya, Minggu (9/3).
Baca Juga: Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Kini, jenazah bayi AMS telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Sementara itu, polisi masih mengumpulkan keterangan dari kedua orang tua dan pihak terkait.
Artikel Terkait
Setelah Sritex, Kini Ribuan Pekerja Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati namun Warga Diminta Waspada
Siklon Alfred Terjang Australia, Puluhan Ribu Rumah Gelap Gulita dan Warga Dievakuasi
Waduh! Kecurangan di Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Tercium KPK, Anggaran Makan Rp10,000 Diturunkan Jadi Rp8,000
Sambangi Warga Terdampak Banjir di Bekasi, Prabowo Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Presiden Dimakzulkan Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dibebaskan, Pengadilan Batalkan Surat Perintah Penangkapan
Buntut Dugaan Korupsi, MPR Minta Dibentuk Lembaga Independen Pengawas Pertamina
Berpihak Nyata untuk UMKM dan Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Sebesar Rp27,72 Triliun dalam 2 Bulan
Naas! Ibu dan Anak Tewas dalam Banjir Di Sukabumi, Suami Dicurigai Sengaja Mengunci Pintu