Selain itu, pengalihan lahan untuk pemukiman dan industri juga menyebabkan penyempitan aliran sungai.
Pembangunan yang tidak terkontrol memperburuk kapasitas sungai dalam menampung air, yang semakin memperburuk potensi terjadinya banjir.
Fenomena ini semakin diperparah dengan kurangnya kesadaran tentang pentingnya konservasi lingkungan di daerah sekitar DAS.
Upaya untuk mengatasi masalah ini memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan.
Penataan ulang tata ruang yang lebih bijaksana, penghijauan kembali di sepanjang DAS.
Serta pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Bekasi.***
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas di Kolong Tol Kembangan Akibat Banjir: Polisi Alihkan Arus untuk Redakan Kepadatan
Cara Mudah Cek Lokasi Banjir Menggunakan Google Maps dan Aplikasi Jaki di Jakarta dan Bekasi
BPBD Konfirmasi Banjir di Seluruh Wilayah Jakarta Sudah Surut, Pengungsi Segera Kembali ke Rumah
Kemensos Respons Cepat Banjir Jakarta: Bantuan Rp815,5 Juta untuk Warga Terdampak Banjir Jakarta, 35.000 Paket Makanan dan Perlengkapan Darurat
BMKG Prediksi Hujan Intensitas Tinggi Terus Turun Hingga 11 Maret 2025, Waspada Banjir dan Longsor