INSIBERNEWS - Natalius Pigai sebagai Menteri HAM buka suara mengenai kasus Sukatani.
Diketahui bahwa Sukatani Band diduga sempat mendapat intimidasi dari aparat.
Intimidasi tersebut diduga dilakukan karena Sukatani menciptakan lagu dengan judul Bayar Bayar Bayar.
Baca Juga: Murah tapi Gahar! Ini 6 HP 2 Jutaan Terbaik 2025 yang Harus Kamu Cek Sebelum Membeli!
Di mana lirik lagu tersebut berisi kritik terhadap polisi yang menerima pungutan liar.
Tidak hanya itu, Novi sebagai vokalis Sukatani juga diduga diberhentikan dari pekerjaannya setelah lagu Sukatani viral.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @natalius_pigai (27/2/2025), Natalius Pigai dengan tegas menyampaikan bahwa Sukatani memiliki hak untuk berekspresi.
Oleh karena itu, tidak boleh ada hukuman untuk Sukatani yang berekspresi melalui karya seni.
Memberikan kritik terhadap pemerintah atau institusi tertentu melalui karya seni merupakan hak dasar setiap warga negara dalam sistem demokrasi.
Seni adalah bentuk ekspresi yang mendalam dan bisa menjadi sarana untuk menyuarakan pandangan, perasaan, atau keberatan terhadap kebijakan atau tindakan yang dianggap tidak adil.
Hak ini tercermin dalam kebebasan berpendapat yang diakui oleh banyak negara, termasuk dalam konstitusi Indonesia yang menjamin kebebasan berekspresi.
Artikel Terkait
Bupati Purbalingga Siap Fasilitasi dan Support Personel Sukatani untuk Kembali Bekerja sebagai Guru
Menteri HAM Akan Turun Tangan pada Kasus Dugaan Pemecatan Personel Sukatani dari Profesi Guru
3 Lagu yang Dinyanyikan pada Aksi Demo Indonesia Gelap, Salah Satunya Lagu Sukatani Bayar Bayar Bayar
Sempat Minta Maaf Karena Sindir Polisi Lewat Lagu, Sukatani Kini Ditawari Jadi Duta Polri
Menteri HAM Terjunkan Staf untuk Bertemu Novi Vokalis Sukatani Band Terkait Lagu Bayar Bayar Bayar