Volodymyr Zelensky Siap Mundur demi Perdamaian Ukraina, Tapi Tolak Permintaan Trump Soal Sumber Daya atas Sumber Daya Alam

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 27 Februari 2025 | 14:39 WIB
Presiden Ukraina - Zelensky (Foto : Democracy Now)
Presiden Ukraina - Zelensky (Foto : Democracy Now)

INSIBERNEWS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat pernyataan mengejutkan dalam konferensi pers pada Minggu (23/2/2025). Ia mengaku bersedia mengundurkan diri dari jabatannya jika langkah itu bisa membawa perdamaian bagi negaranya.

Zelensky juga mengisyaratkan bahwa pengunduran dirinya bisa menjadi pertukaran untuk keanggotaan Ukraina di NATO. Namun, ia menegaskan penolakannya terhadap tuntutan Amerika Serikat yang meminta akses ke mineral kritis dan sumber daya alam Ukraina sebagai bagian dari negosiasi perdamaian.

“Jika itu menjamin perdamaian bagi Ukraina, jika kalian benar-benar membutuhkan saya untuk mengundurkan diri, saya siap. Saya bisa menukarnya dengan NATO,” kata Zelensky pada saat konferensi pers.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang semakin memanas antara Ukraina dan AS, terutama di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Trump sebelumnya menyebut Zelensky sebagai “diktator” karena tidak mengadakan pemilu selama masa perang. Zelensky membela keputusannya dengan menjelaskan bahwa Ukraina masih berada di bawah hukum darurat militer sejak invasi Rusia tiga tahun lalu, yang secara resmi melarang diadakannya pemilu.

 Baca Juga: Mundur dari Jabatan Menteri, Andrew Bayly Akui Kesalahan setelah Sentuhan Fisik Mendominasi pada Staf di Selandia Baru

Tuntutan Trump dan Penolakan Zelensky

Salah satu poin perselisihan utama adalah tuntutan Trump yang meminta bagian senilai $500 miliar dari cadangan logam tanah jarang dan mineral lainnya di Ukraina. Trump mengklaim bahwa jumlah tersebut mencerminkan bantuan militer yang telah diberikan AS kepada Ukraina selama perang melawan Rusia.

Zelensky dengan tegas menolak tuntutan ini. “Saya tidak akan mengakui angka $500 (miliar),” tegasnya dalam konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa menggunakan sumber daya Ukraina untuk membayar kembali jumlah tersebut bisa memakan waktu hingga 250 tahun. “Saya tidak bisa menandatangani kesepakatan yang akan membebani sepuluh generasi rakyat Ukraina,” tambahnya.

Ketegangan dengan AS dan Masa Depan Ukraina

AS, di bawah pemerintahan Joe Biden, adalah salah satu sekutu terdekat Ukraina, memberikan puluhan miliar dolar bantuan militer. Namun, Trump memiliki pandangan berbeda. Ia berpendapat bahwa AS tidak boleh lagi memberikan bantuan tanpa imbalan yang jelas.

Perselisihan antara Trump dan Zelensky semakin memanas setelah Trump secara keliru menuduh Ukraina sebagai pihak yang memulai konflik. Meski kemudian mengakui bahwa “Rusia yang menyerang,” Trump tetap menyalahkan Biden dan Zelensky karena dianggap tidak menghentikan pertempuran lebih awal.

 Baca Juga: Mantan Dokter Bedah Prancis Diadili atas Pelecehan Seksual terhadap 299 Pasien: Kisah Kelam di Balik Ruang Operasi 

Upaya Perdamaian dan Tantangan ke Depan

Di tengah ketegangan ini, upaya perdamaian terus dilakukan. Pejabat AS dan Rusia baru-baru ini bertemu di Arab Saudi untuk pembicaraan “eksploratif” tentang cara mengakhiri perang. Namun, pertemuan ini berlangsung tanpa kehadiran perwakilan Ukraina, yang memicu kekhawatiran di antara sekutu Eropa.

Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tetap berkomitmen untuk mencapai perdamaian, tetapi tidak dengan mengorbankan kedaulatan dan masa depan rakyatnya. “Kami siap berkorban, tetapi tidak dengan harga yang merugikan generasi mendatang,” ujarnya.

Apa Arti Pernyataan Zelensky bagi Masa Depan Ukraina?

Pernyataan Zelensky tentang kesediaannya mengundurkan diri menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi Ukraina. Namun, penolakannya terhadap tuntutan AS juga menegaskan prinsipnya bahwa perdamaian tidak boleh dicapai dengan mengorbankan sumber daya dan kedaulatan negara.

 Baca Juga: Afganistan Diguyur Hujan Es, 39 Orang Dilaporkan Tewas

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X