INSIBERNEWS - Ketegangan panjang antara Amerika Serikat dan Rusia tampaknya mulai mencair setelah pertemuan penting yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (19/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati langkah-langkah awal untuk mengakhiri perang di Ukraina serta memperbaiki hubungan diplomatik dan ekonomi yang telah lama memburuk.
Baca Juga: Profil Javlon Guseynov yang Dapat Kartu Kuning Lawan Semen Padang di BRI LIga 1 2024-2025
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam wawancaranya dengan The Associated Press, menegaskan bahwa Washington dan Moskow sepakat untuk mengejar tiga tujuan utama. Pertama, pemulihan jumlah staf diplomatik di kedutaan besar masing-masing.
Kedua, pembentukan tim tingkat tinggi yang akan mengawal pembicaraan perdamaian. Ketiga, penjajakan kerja sama ekonomi yang lebih erat demi kepentingan bersama.
Dari pihak Rusia, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyambut baik hasil diskusi tersebut. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah positif menuju pemulihan hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai konflik.
"Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga benar-benar mendengar satu sama lain," ujar Lavrov kepada wartawan.
Baca Juga: India-Rusia Lakukan Perdagangan Tanpa Dolar, Totalnya Capai Rp1.000 Triliun
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kedua belah pihak. Dari AS, hadir Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Michael Waltz, serta utusan khusus Timur Tengah, Steven Witkoff.
Sementara dari Rusia, delegasi dipimpin langsung oleh Lavrov, didampingi penasihat urusan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov.
Baca Juga: Kasus Pemalsuan SHGB di Tangerang: Kades Kohod dan 3 Orang Lainnya Jadi Tersangka
Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Rusia. Sebelumnya, di bawah pemerintahan Joe Biden, Washington menjadi motor utama dalam upaya mengisolasi Rusia akibat invasi ke Ukraina.
Namun, kini, dengan arah kebijakan baru, ada harapan bahwa hubungan kedua negara bisa membaik, membuka peluang kerja sama, dan bahkan berkontribusi pada stabilitas geopolitik global.
Artikel Terkait
Siap Geruduk Istana Negara di Momen Pelantikan Kepala Daerah, Berikut 13 Tuntutan Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap
Luhut Minta Prabowo Berani Pecat Pejabat yang Hambat Efisiensi Anggaran
Istana Imbau Masyarakat Jangan Jadi Pendatang Haram Ditengah Ramainya Tren KaburAjaDulu
Tanggapi Tuntutan Mahasiswa di Aksi Indonesia Gelap, Prabowo Pastikan Beasiswa Tidak Akan Dikurangi
Penjelasan Singkat dan Mudah Dimengerti Mengenai Danantara yang Tuai Kontroversi
7 BUMN Indonesia yang Asetnya akan Dikelola Danantara, Apa Saja?
Danantara yang Dicetuskan Presiden Prabowo Terinspirasi dari Temasek Milik Singapura, Lalu Apa Bedanya?
Akan Segera Diluncurkan oleh Prabowo, Transparansi Danantara Dipertanyakan, Kenapa?
Loh? ICW Ungkap KPK dan BPK Tidak Memiliki Wewenang Lakukan Audit Danantara, Buka Peluang Korupsi?
Jadi Tersangka KPK, Hasto Kristiyanto: Siap Hadapi Proses Hukum!