“Kalau gizinya nggak dipenuhi sekarang, bonus demografi nanti bisa jadi beban,” tegasnya.
Baca Juga: Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Saatnya Jaga Gizi Sejak Dini, Bukan Nanti
Isu gizi anak memang bukan hal baru, tapi pernyataan dari Kepala BGN ini kembali jadi pengingat penting bagi semua pihak—dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua.
Menu sederhana seperti sayur dan telur mungkin terlihat biasa, tapi bagi banyak anak di pelosok, itu adalah kemewahan.
Lewat MBG, harapannya makin banyak anak Indonesia yang bisa tumbuh sehat dan cerdas tanpa harus berpikir “makan apa hari ini?”
Artikel Terkait
Tambang Longsor Telan Alat Berat dan Pekerja, Dedi Mulyadi Bakal Resmi Tutup Gunung Kuda Selamanya
Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif
Dilaksanakan Bulan Juni 2025, Wamendagri Bagikan Informasi Terkait Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua
Tak Tinggal Diam, Pemerintah AS Ajukan Banding Putusan Pengadilan yang Guncang Tarif Trump
Kronologi Santri Ponpes Gus Miftah Dipukul Ramai-Ramai, Kasus Gagal Damai dan Naik ke Polisi
Resmi! Gaji ke-13 Cair Bulan Juni 2025 untuk ASN hingga Pensiunan, Ini Komponennya
Visa Furoda 2025 Dihentikan Arab Saudi, BP Haji: Jangan Tertipu Biro Nakal!
Proyek Masjid Rp 101 Miliar Dikorupsi, Dua Orang Resmi Ditahan Kejari Karanganyar