INSIBERNEWS - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan buku "Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto" memuat berbagai keputusan dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab beragam persoalan bangsa selama sekitar 18 bulan masa pemerintahannya.
Qodari menyampaikan buku tersebut disusun sebagai upaya mendokumentasikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat serta solusi yang telah diambil Presiden Prabowo melalui berbagai program dan kebijakan pemerintah.
"Presiden Prabowo ini melihat persoalan itu bukan hanya di permukaan, tapi sampai sangat fundamental termasuk masalah-masalah yang mungkin selama ini diabaikan atau bahkan tidak terlihat oleh sebagian orang. Permasalahan-permasalahan itu berikut solusinya dalam satu setengah tahun ini, kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat," ujar Qodari usai peluncuran buku "Presiden Solusi" di Jakarta, Senin.
Menurut Qodari, penyusunan buku dilakukan melalui kerja sama antara Bakom dan tim kepresidenan yang selama ini mengolah data, informasi, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Ia menjelaskan buku itu diberi judul "Presiden Solusi" karena berisi berbagai jawaban pemerintah terhadap tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, perikanan, dan sektor lainnya.
Qodari menegaskan berbagai solusi yang dicatat dalam buku bukan sekadar rencana, melainkan program yang telah dijalankan pemerintah. Ia mencontohkan capaian swasembada beras, pelaksanaan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, hingga pembangunan kampung nelayan di berbagai daerah.
Baca Juga: Banyak Dokter Tak Lulus UKMPPD, DPR Dorong Perbaikan Sistem Pendidikan Kedokteran
Sementara itu, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengatakan buku "Presiden Solusi" merekam proses pengambilan keputusan yang selama ini berlangsung di balik layar pemerintahan dan tidak banyak diketahui publik.
"Kami mencoba merekamnya dalam tulisan karena kami merasa punya kewajiban sejarah untuk merekam history in the making," jelas Dirgayuza.
Ia menyebut sejumlah kebijakan yang dimuat dalam buku tersebut antara lain program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, distribusi pompa air untuk pertanian, pembangunan jembatan bagi anak-anak menuju sekolah, hingga penyederhanaan regulasi.
Baca Juga: Ratusan Keluarga di Jepara Krisis Air Bersih, BPBD Mulai Kirim Bantuan Tangki Air
Menurut Dirgayuza, buku tersebut disusun dalam format populer agar lebih mudah diakses masyarakat. Hal itu dinilai penting karena banyak informasi mengenai kebijakan pemerintah yang sulit dipahami secara utuh akibat keterbatasan ruang informasi di media sosial.
"Kami memilih format buku ini agar bisa lebih mudah diakses, dan masyarakat umum yang ingin mengetahui ataupun ingin memperdebatkan kebijakan-kebijakan Bapak Presiden memiliki acuan populer yang bisa dijadikan referensi," imbuhnya.
Artikel Terkait
Minyakita Resmi Dicoret dari Bantuan Pangan, Kemendag Fokus Pasokan ke Pasar Rakyat
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK, Lima Pejabat dan Lima Swasta Ikut Diperiksa
Kurangi Beban APBN, Kepala BGN Lirik Dana CSR dan Hibah Luar Negeri untuk Program MBG
Bahlil Ungkap Alasan Lemigas Ditunjuk Jadi BLU Impor BBM, Ini Penjelasannya
PLN Terangi Lebih Banyak Negeri, Lebih dari 3 Juta Pelanggan Baru Tersambung Sepanjang 2025
Kisah Haru RM BTS dan Sleepy, Hadiah Pernikahan Rp118 Juta Jadi Sorotan Penggemar