2. Masalah Perilaku
Studi menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga bercerai lebih rentan terhadap perilaku impulsif, agresif, dan kesulitan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya.
Konflik dalam keluarga sering kali menjadi pemicu masalah ini.
Baca Juga: Ranking 1 di Palangka Raya, Ini Profil Universitas Palangka Raya yang Berdiri Tahun 1963
3. Penurunan Prestasi Akademik
Perceraian juga berdampak pada performa akademik anak. Mereka cenderung kehilangan fokus dan motivasi belajar akibat gangguan emosional yang mereka alami.
Anak-anak dari keluarga bercerai lebih sering mengalami kesulitan belajar dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga utuh.
4. Dampak Sosial dan Hubungan Interpersonal
Pengalaman perceraian dapat memengaruhi kemampuan anak dalam membangun hubungan interpersonal di masa dewasa.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga bercerai memiliki kadar oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan sosial, yang lebih rendah.
Hal ini dapat menyulitkan mereka dalam menjalin hubungan yang sehat dan stabil di kemudian hari.
Pentingnya Dukungan bagi Anak-Anak dari Keluarga Bercerai
Efek perceraian pada anak sangat bervariasi, tergantung pada usia anak saat perceraian, tingkat konflik antara orang tua, dan dukungan sosial yang diberikan.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua, keluarga, dan profesional kesehatan untuk bekerja sama dalam mengatasi dampak negatif tersebut.
Dukungan psikologis, seperti terapi, dapat membantu anak-anak mengatasi trauma dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik.
Perceraian memang sering kali tak terhindarkan, tetapi memahami dan meminimalkan dampaknya pada anak adalah langkah penting untuk memastikan kesejahteraan mereka di masa depan.