Tidak jarang, seseorang yang mengalami Jouhatsu meninggalkan rumah, pekerjaan, dan bahkan identitas mereka, memilih untuk memulai kehidupan baru di tempat yang jauh dan tanpa dikenali.
Baca Juga: Viral Pedagang Bakso Perbaiki Jalan Desa, Habiskan Dana hingga Rp10 Miliar!
Selain alasan pribadi, fenomena ini juga terkait dengan masalah kesehatan mental, terutama depresi dan kecemasan.
Di Jepang, stigma terkait dengan kesehatan mental masih sangat kuat, yang membuat banyak orang enggan mencari bantuan atau berbicara tentang masalah mereka secara terbuka.
Akibatnya, Jouhatsu bisa menjadi pilihan ekstrem bagi mereka yang merasa tertekan.***