INSIBERNEWS - Terdapat fenomena aneh di Jepang karena tingginya angka orang hilang.
Bahkan setiap tahunnya terdapat sekitar 85 ribu orang yang menghilang secara misterius di seluruh Jepang.
Data orang hilang di Jepang tersebut didapatkan polisi dari periode 2013 hingga 2022.
Baca Juga: KPK Tolak Permintaan Hasto Kristiyanto untuk Tunda Pemeriksaan, Ini Alasannya!
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (14/1/2025), orang-orang yang hilang di Jepang lenyap tanpa jejak.
Namun demikian tidak ditemukan jasad dari para orang hilang tersebut.
Usut punya usut ternyata fenomena ini bernama Jouhatsu yang artinya menguap.
Baca Juga: Ramai Tagar Kluivert Out di Sosial Media, Begini Tanggapan Pelatih Timnas Indonesia
Fenomena Jouhatsu merupakan praktik kepergian seseorang secara tiba-tiba dan tanpa meninggalkan jejak, seringkali dengan maksud untuk menghindari masalah atau melarikan diri dari kehidupan yang penuh tekanan.
Kata Jouhatsu secara harfiah berarti menghilang seperti uap yang menggambarkan seseorang yang menghilang tanpa pemberitahuan, meninggalkan keluarga, teman, atau rekan kerja tanpa petunjuk atau alasan yang jelas.
Fenomena ini sering terjadi di kalangan individu yang menghadapi kesulitan ekonomi, masalah keluarga, atau tekanan sosial yang berat.
Baca Juga: Komdigi Sebut Pemerintah Akan Keluarkan Aturan Pembatasan Penggunaan Sosmed bagi Anak-anak
Di Jepang, budaya kerja yang sangat menuntut dan norma sosial yang ketat dapat menciptakan kondisi mental yang penuh stres.
Hal tersebut memicu beberapa orang untuk memilih menghilang sebagai cara untuk melarikan diri dari tanggung jawab atau ekspektasi sosial.