INSIBERNEWS - Tengah ramai di media sosial mengenai curhatan seorang ibu yang mengungkap anaknya diberi obat penggemuk badan oleh babysitter-nya sendiri
Dalam postingan Instagram Story pribadinya, Ibu dari balita itu mengungkap kasus yang sama dialami juga oleh seorang pengikutnya.
Terkait dampak obat, sang anak mengalami sakit dan kondisi medis yang membuat wajahnya tampak bulat dan bengkak (moon face).
Baca Juga: Ketahui! Beberapa Mitos dan Fakta Mengenai Imunisasi Anak Berikut Ini
Sang ibu menyebut jika obat yang diberikan kepada anaknya itu merupakan obat keras untuk dewasa.
Adapun si Babysitter atau pelaku yang mencekoki obat penggemuk itu dikabarkan sudah ditangkap oleh Polda Jatim.
Berkaca dari kasus ini, pemberian obat penggemuk sebagai upaya instan bagi anak yang memiliki berat badan kurang (underweight) perlu disikapi dengan bijak, terkhusus oleh orang tua.
Baca Juga: Catat! Kamu Tidak Boleh Tertawa dalam 3 Tempat Ini, Begini Penjelasannya
Ketua Tim Promkes RSST - RSUP Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Soeradji Tirtonegoro, mengatakan berat badan merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui nutrisi anak sudah baik atau belum.
"Ketika anak memiliki berat badan yang ideal, artinya asupan gizinya dapat memenuhi semua kebutuhan hariannya," tulis Soeradji dalam artikel Kemenkes RI yang tayang pada Kamis, 5 Januari 2023 lalu.
Pemeriksaan Tanda Berat Badan Kurang pada Anak
Soeradji menjelaskan dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi medis terlebih dahulu untuk mengetahui tanda-tanda berat badan yang kurang pada anak.
Baca Juga: Marshanda Cerita Pernah Diturunin Baim Wong di Pinggir Jalan
1. Memeriksa Data Pertumbuhan Anak
Dokter akan memeriksa data pertumbuhan anak, mulai dari berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin anak.
Kemudian, hasil pemeriksaan tersebut untuk dimasukkan ke tabel growth chart atau menghitung indeks massa tubuh (body mass index) anak.