INSIBERNEWS - Imunisasi merupakan hak setiap anak yang perlu dipenuhi untuk dapat menjaga tubuh mereka tetap sehat.
Sayangnya, beberapa orang tua masih ada yang menolak untuk memberikan buah hati mereka imunisasi akibat dari banyaknya mitos-mitos yang beredar.
Mari simak, beberapa mitos dan fakta mengenai imunisasi pada anak berikut ini.
Baca Juga: Cara Mudah Mix and Match OOTD Cowok Kekinian ala Influencer, Gaya yang Bikin Kamu Tampil Keren!
Anak akan selalu mengalami demam setelah diimunisasi
Faktanya, imunisasi tidak selalu akan membuat anak mengalami demam. Karena setiap anak tentu memiliki respon yang berbeda-beda setelah menerima imunisasi.
Bila muncul demam ringan setelah imunisasi, itu merupakan respon yang normal dan aman. Sebab itu artinya vaksin yang diberikan bekerja dan tubuh sedang membentuk sistem kekebalan.
Imunisasi dapat menyebabkan anak autis
Mitos! Semua vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional tentunya sudah terbukti aman.
Belum ada pula bukti yang menunjukkan jika imunisasi dapat membuat anak menjadi autis.
ASI dapat menggantikan imunisasi
ASI dan vaksin imunisasi sama-sama memiliki peran penting dan saling melengkapi, sehingga tidak dapat menjadi pengganti satu sama lain.
Penuhi kebutuhan gizi dan pemberian ASI yang cukup tentu dapat memberikan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit secara umum.
Namun, pemberian imunisasi dapat memberikan kekebalan secara khusus pada tubuh anak untuk melawan penyakit-penyakit tertentu