Baca Juga: Jenis Jenis Jebakan Finansial: Pengertian dan Cara Menghindari Jeratan Hutang
3. Tidak Memahami Risiko Investasi
Setiap investasi pasti punya risiko, bahkan deposito pun, meskipun kecil.
Banyak investor pemula yang hanya fokus pada potensi keuntungan tanpa memperhitungkan risiko yang ada.
Akhirnya, ketika pasar tidak sesuai harapan, mereka panik dan menjual aset di waktu yang salah.
Tipsnya, pelajari risiko dari setiap produk investasi. Saham dan crypto memang menawarkan potensi keuntungan tinggi, tapi risikonya juga besar.
Sebaliknya, reksa dana atau obligasi punya risiko lebih rendah, meski keuntungannya juga tidak sebesar saham. Pahami risiko ini agar kamu siap dengan segala kemungkinan.
4. Tidak Diversifikasi Portofolio
Menaruh semua uang di satu jenis investasi, seperti saham atau crypto, sangat berbahaya.
Ini seperti "meletakkan semua telur dalam satu keranjang" kalau keranjangnya jatuh, semua telur pecah.
Inilah kenapa diversifikasi sangat penting untuk mengurangi risiko.
Tipsnya, sebisa mungkin sebar investasi ke berbagai produk. Misalnya, kombinasikan antara saham, reksa dana, dan obligasi.
5. Terjebak Investasi Bodong
Di luar sana, banyak banget penawaran investasi yang kelihatannya menggiurkan tapi ternyata penipuan.
Biasanya, mereka menawarkan keuntungan yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kalau kamu nggak hati-hati, bisa-bisa uangmu malah lenyap.
Tips Cerdas: Selalu cek legalitas perusahaan atau platform investasi. Pastikan mereka terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau lembaga resmi lainnya.