INSIBERNEWS - Masuk angin adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh perubahan cuaca atau pola makan.
Salah satu pengobatan tradisional yang banyak dipercaya untuk mengatasi masuk angin adalah kerokan.
Namun, apakah benar dikerokin dapat menyembuhkan masuk angin? Mari kita bahas lebih lanjut.
Baca Juga: Fenomena Semakin Kita Boros, Kok Makin Ada Aja Uangnya, Entah Dari Mana?
Kerokan adalah praktik yang umum dilakukan di banyak budaya, terutama di Indonesia.
Proses ini melibatkan penggunaan koin atau alat khusus untuk menggosokkan kulit, biasanya di punggung, hingga timbul kemerahan.
Banyak orang percaya bahwa kerokan dapat mengeluarkan "angin" dari dalam tubuh dan mengurangi gejala masuk angin seperti kedinginan, pegal, dan mual.
Baca Juga: Ngeri Mitosnya! Kalau Foto Bertiga Yang Tengah Bakal Meninggal Duluan!
Dari sudut pandang medis, masuk angin tidak diakui sebagai kondisi medis yang resmi.
Gejala yang muncul biasanya lebih berkaitan dengan infeksi virus, flu, atau gangguan pencernaan.
Meski demikian, kerokan dapat memberikan efek psikologis yang positif. Sensasi hangat dan relaksasi saat dikerok bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan perasaan nyaman.
Baca Juga: Masa Iya? Gunting Kuku di Malam Hari Bisa Menghambat Rezeki, Mitos Kali!
Beberapa studi menunjukkan bahwa praktik kerokan dapat meningkatkan sirkulasi darah di area yang dikerok, memberikan efek relaksasi otot.
Namun, efek ini bersifat sementara dan tidak serta merta menyembuhkan penyebab utama gejala.