INSIBERNEWS - Meningkatnya jumlah angka perceraian di Tiongkok membuat jasa menghancurkan kenangan pernikahan laris manis.
Pemilik bisnis ini, Liu Wei mengatakan bahwa 80% barang yang diminta kliennya untuk dihancurkan adalah foto pernikahan.
Dapat menjadi salah satu wadah healing klien, semua proses penghancurannya direkam dan diiringi musik tempo cepat.
Baca Juga: Deretan Zodiak Yang Tukang Selingkuh, Wajib Waswas Sama Orang-orang Ini!
Adapun, bahan foto pernikahan di Tiongkok sendiri tidak seperti foto pada umumnya. Biasanya foto pernikahan didesain sedemikian rupa agar tahan lama dan tidak mudah rusak untuk melambangkan cinta abadi.
Salah satu bahan yang umum digunakan adalah akrilik yang tidak mudah terbakar, tidak bisa dipotong dengan pisau, dan sangat tahan banting, bahkan jika seseorang berusaha menghancurkannya dengan diinjak-injak.
Saat pertama kali mempromosikan bisnisnya di media sosial pada Maret 2023 lalu, Liu hanya mendapat pesanan kurang dari 10 orang dalam sebulan.
Baca Juga: Dilanda Krisis Tenaga Kerja, Jepang Nyaris 30 Persen Populasi Warganya Berusia Lansia
Namun setelah 6 bulan konsisten dipromosikan, Liu mulai mendapat banyak pesanan.
Terhitung sampai Februari 2024, ia sudah menghancurkan lebih dari 700 foto pernikahan. Selain foto pernikahan, Liu menerima pesanan untuk menghancurkan barang-barang lain yang diminta klien, termasuk gaun pengantin.
Tarif yang dipasang Liu berkisar mulai 10 yuan atau sekitar Rp21.483 hingga lebih dari 100 yuan yakni sekitar Rp214.830, menyesuaikan pada barang yang ingin dihancurkan.
Baca Juga: Berencana Liburan ke Singapura? Ketahui 5 Barang Ini Tak Boleh Ikut Dibawa
Semua barang yang sudah hancur akan diantar ke tempat pengolahan sampah berbasis Waste-to-Energy.
Meskipun Liu tetap mengirim rekaman penghancuran barang-barang klien secara daring, ia menyediakan layanan lain bagi klien yang ingin datang dan menyaksikan langsung prosesnya.