lifestyle

Apa Itu Empati?: Memahami Orang Lain dengan Lebih Dalam

Selasa, 17 September 2024 | 14:47 WIB
Foto : ils (Image by marymarkevich on Freepik)

INSIBERNEWS - Mungkin kamu sering dengar kata Empati, tapi apa sih sebenarnya empati itu?

Empati bukan sekadar merasakan apa yang orang lain rasakan, tapi juga mencoba memahami dunia mereka dari sudut pandang mereka.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, empati itu kayak kamu lagi pakai "sepatu" orang lain untuk tahu gimana rasanya berjalan di hidup mereka.

 Baca Juga: Mengasah Kecerdasan Interpersonal: Rahasia Sukses dalam Hubungan Sosial dan Karier

Empati Bukan Cuma Simpati

Nah, banyak yang masih suka keliru nih antara empati dan simpati.

Simpati itu lebih ke perasaan kasihan, misal ada teman yang lagi sedih dan kamu bilang,

“Aduh, kasihan banget ya.” Tapi empati beda, empati itu kamu nggak cuma merasa kasihan, tapi juga ikut ngerasain apa yang temanmu rasakan.

Seolah-olah kamu juga lagi ada di posisinya. Jadi, empati itu lebih dalam.

 Baca Juga: Apa Itu Kecerdasan Interpersonal dan Bagaimana Ciri-Ciri Utamanya

Kenapa Empati Penting?

Empati bikin kita jadi lebih peka sama orang lain. Misalnya, ketika temanmu lagi stres karena masalah pekerjaan, dengan empati kamu bisa memahami kenapa dia butuh ruang untuk sendiri atau nggak mau diganggu.

Kamu nggak bakal asal bilang “Santai aja lah” karena kamu tahu itu nggak akan membantu.

Empati juga bikin hubungan jadi lebih kuat, entah itu sama keluarga, teman, atau pasangan.

Karena ketika kita bisa memahami perasaan orang lain, komunikasi pun jadi lebih lancar.

 Baca Juga: Cara Membangun Relasi Interpersonal yang Kuat dan Berkelanjutan

Contoh Empati di Kehidupan Sehari-hari

Bayangin ini: kamu lagi di jalan terus lihat seseorang kelihatan capek banget, mukanya murung, kayak ada masalah besar.

Alih-alih langsung berpikir negatif tentang orang itu, kamu mencoba memahami mungkin dia lagi ada masalah berat yang bikin hari-harinya terasa berat.

Atau mungkin temanmu nggak sengaja berbicara kasar, dengan empati kamu bisa berpikir “Mungkin dia lagi banyak pikiran,” daripada langsung tersinggung.

Halaman:

Tags

Terkini