INSIBERNEWS - Sebuah penelitian mengungkapkan jika racun siput berpotensi untuk dapat mengobati diabetes.
Peneliti University of Utah di Amerika Serikat, baru-baru ini menemukan bahwa racun siput kerucut laut (Conus geographus) dapat meniru somatostatin.
Yakni hormon pada tubuh manusia yang mengatur gula darah dan berbagai hormon lainnya dalam tubuh.
Baca Juga: Dibalik Manfaat Susunya, Ternyata Sapi Alami Hal Ini Di Peternakan!
Racun siput kerucut laut atau consomatin, diketahui bekerja lebih stabil dan spesifik. Dibandingkan dengan somatostatin, hormon pada tubuh manusia.
Somatostatin pada tubuh manusia dikenal sebagai rem kadar gula darah, dan berbagai hormon lainnya dalam tubuh agar tidak terlalu tinggi.
Adapun consomatin pada siput kerucut laut berguna saat sedang berburu mangsa. Siput kerucut laut akan melepaskan racun tersebut sehingga membuat kadar gula darah ikan menurun drastis.
Baca Juga: Gegara Postingan, Erina Gudono Disamakan Dengan Marie Antoinette, Siapa Itu?
Siput kerucut laut melepaskan consomatin yang mencegah gula darah ikan naik ke batas normal.
Namun, siput kerucut laut disebut sebagai spesies dengan racun paling mematikan, diantara 500 spesies siput lain.
Bahkan, beberapa kasus kematian juga ada yang dikaitkan dengan siput ini. Studi pertama mengenai siput kerucut dimulai pada 1932, saat seseorang di Kepulauan Seychelles tak sengaja terkena racunnya.
Baca Juga: Pemenang Acara 'The Influencer' Gagal Terima Hadiah 300 Juta Won Gegara Hal Ini
Orang yang terkena racun siput kerucut laut mengalami mati rasa total hanya dalam waktu satu jam.
Bahkan, setelah sembilan jam berlalu pun, orang yang terkena racun masih tidak dapat berdiri.
Diketahui hingga saat ini masih belum ada antiracun untuk racun siput kerucut laut. Pengobatan untuk kasus ini masih terbatas, hanya sampai pada menjaga korban tetap hidup hingga racun hilang.