Insiberia mungkin akan merasakan demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius, sakit kepala yang terus-menerus, dan perasaan cemas yang mengganggu.
Tubuh akan terasa tidak nyaman secara keseluruhan, disertai dengan sakit tenggorokan, batuk, dan mual yang bisa diikuti oleh muntah.
Kehilangan nafsu makan dan rasa sakit atau mati rasa di area gigitan juga dapat terjadi.
Gejala ini umumnya bertahan antara 2 hingga 10 hari, dan cenderung memburuk seiring waktu.
3. Gangguan Neurologis Akut
Memasuki tahap berikutnya, gangguan sistem saraf yang serius mulai tampak.
Penderita mungkin merasa bingung, gelisah, dan lebih agresif, dengan perilaku yang tidak stabil.
Kejang otot dan kelumpuhan bisa terjadi, serta hiperventilasi yang membuat pernapasan terasa sulit.
Peningkatan produksi air liur dan ketakutan ekstrem terhadap air, atau hydrophobia, adalah gejala yang menonjol.
Kesulitan menelan, halusinasi, mimpi buruk, insomnia, dan pada pria, ereksi permanen, juga bisa muncul. Takut terhadap cahaya atau photophobia juga sering terjadi.
4. Koma dan Kematian
Jika rabies tidak ditangani dengan cepat, penderita akan memasuki fase koma, yang seringkali berakhir dengan kematian dalam hitungan jam, kecuali jika menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator).
Kematian biasanya terjadi antara hari ke-4 hingga ke-7 setelah gejala pertama kali muncul.
Dari tahapan-tahapan ini, jelas bahwa rabies dapat menjadi fatal dengan sangat cepat jika tidak diobati.
Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis jika digigit hewan, termasuk hewan peliharaan.