INSIBERNEWS – Sebuah kisah nyata seorang perias kecantikan, dengan desakan ekonomi kehidupan sehari-hari yang sangat dibutuhkan. Ia mengambil keputusan untuk mengikuti saran teman dekatnya, yaitu melakukan pesugihan. Akibat pesugihan bedak ayu itu, sosok seorang perias akhiri hidupnya dengan sangat tragis
Dilansir dari kumparan.com ini sebuah kisah nyata, yang pernah dialami seorang perias terkenal papan atas. Berikut kisahnya: Siang itu, Dela kembali dihadapkan oleh amarah suaminya, Andre. Sudah dua tahun lamanya Dela menikah dengannya.
Tapi, watak temperamental nya semakin hari semakin menjadi. Dialah yang selalu jadi sasaran empuk suaminya yang penuh utang itu. Alasan Andre yang suka marah-marah sebenarnya cukup rumit.
Baca Juga: Tips Dekorasi Kamar Tidur Gaya Hippie dengan Desain Interior Minimalis Estetik Tampilan Modern
Gajinya bekerja sebagai pelayan restoran tak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Ditambah, hutangnya juga semakin menumpuk.
Kemarin saja, Dela mendapat surat peringatan dari debt collector untuk segera melunasi hutang yang dulu sempat dipinjam untuk kebutuhan hajat pernikahan. Meski sering merasa sedih dimarahi terus, Dela sebenarnya juga merasakan keresahan yang sama.
Anaknya yang masih balita butuh asupan susu dan popok. Tentu hal itu semakin menambah beban hidup mereka. Yang bisa Dela lakukan hanyalah membantu suaminya mencari pemasukan. Ia memanfaatkan kemampuan meriasnya untuk melayani jasa MUA.
Itupun hanya bisa menutup kebutuhan anaknya karena Dela tidak memiliki koneksi yang luas sehingga jasanya sebatas digunakan untuk mendandani acara wisuda dan Kartinian. Dela benar-benar tidak tahan dengan keadaan ini, terlebih dengan amarah suaminya yang bisa saja mencelakainya suatu hari nanti.
Baca Juga: Tips Kreatif: Cara Membasmi Cacing Yang Selalu Timbul di Kamar Mandi, Cuma dengan Satu Bahan Dapur
Dela harus putar otak. Lelah berpikir, akhirnya Dela ingin curhat dengan salah satu temannya yang juga sesama MUA. Dalam percakapan itu, Dela menumpahkan segala bebannya kepada Sari. Temannya mendengarkan baik-baik dan menenangkan sahabat karibnya yang menangis sesenggukan itu.
Di tengah telepon, Sari memberikan sebuah saran yang berisiko kepada Dela. “Aku tahu sebuah cara agar kamu bisa membayar utang, Del. Kamu harus melakukan pesugihan,” kata Sari.
“Memang bagaimana caranya Sar?”
“Aku pernah melakukan ini karena keuanganku sangat terhimpit waktu itu. Datanglah ke Mbah Bejo dan minta bedak ayu. Kalau sudah dapat, gunakan bedak itu untuk merias wajah klienmu. Dijamin, sekali kamu menggunakan itu, kamu akan kebanjiran pelanggan,” kata Sari meyakinkan.
Dela tertarik dengan saran Sari itu. Lagipula, tidak ada ruginya jika kliennya nanti memakai bedak itu.
Toh, mereka juga pasti kelihatan cantik. Keesokan harinya, Dela mendatangi Mbah Bejo untuk meminta bedak ayu itu. Ia sudah tidak sabar mendapatkan klien dan uang yang banyak.