Stres fisik atau emosional dapat memicu jenis kerontokan rambut yang disebut telogen effluvium, saat rambut memasuki fase rontok lebih awal.
4. Nutrisi Buruk
Kekurangan nutrisi penting, seperti zat besi, vitamin D, atau protein, dapat mengganggu pertumbuhan rambut yang sehat.
5. Penyakit
Penyakit autoimun seperti alopecia areata, infeksi kulit kepala, atau gangguan tiroid dapat menyebabkan kerontokan rambut.
6. Pengobatan
Beberapa obat, termasuk kemoterapi, obat untuk tekanan darah tinggi, dan antidepresan, dapat menyebabkan kerontokan rambut sebagai efek samping.
Baca Juga: 7 Minyak Alami yang Menyuburkan Rambut, Menguatkan Hingga ke Akar Bonus Berkilau
7. Perawatan Rambut yang Kasar
Penggunaan produk kimia yang keras, pemanasan berlebih, atau penarikan rambut yang sering (seperti dalam gaya rambut ketat) dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan kerontokan.
8. Keturunan
Pola kebotakan keluarga dapat mempengaruhi kerontokan rambut pada generasi berikutnya, baik pada pria maupun wanita. Wah! Cek siapa yang botak di keluargamu?
Mengidentifikasi penyebab kerontokan rambut yang tepat penting untuk menentukan perawatan yang efektif.
Jika Insiberia mengalami kerontokan rambut yang signifikan atau berkelanjutan, konsultasikan dengan profesional medis atau ahli dermatologi untuk evaluasi dan saran lebih lanjut. (**)