lifestyle

Lebih Sepuh dari Piramida Mesir, Wisata Gunung Padang Cianjur Tebarkan Pesona Legend nan Asri

Rabu, 10 Juli 2024 | 21:05 WIB
Wisata Gunung Padang Cianjur yang dianggap lebih sepuh dari Piramida Mesir (YouTube The Lost Boys) (Ingeu Widyatari Heriana)

INSIBERNEWS - Wisata Gunung Padang adalah sebuah permata sejarah yang terletak di jantung Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Di sini berdiri sebuah punden berundak megah dengan pesona legend nan asri menghijau, dianggap sebagai yang terbesar dan tertua di Indonesia. 

Bahkan, mengalahkan Piramida Mesir. Benarkah?

Lebih sepuh dari Piramida Mesir, dengan lokasinya yang berada di ketinggian 895 meter di atas permukaan laut, situs wisata Gunung Padang menyimpan misteri dan pesona yang telah menarik perhatian banyak pihak sejak pertama kali dilaporkan oleh penduduk setempat pada tahun 1979.

Baca Juga: Estetik dan Berpotensi! Wisata Gunung Padang Cianjur, Dari Situs Purba hingga Spot Selfie Terbaik di Desa Karyamukti

Penelitian terhadap situs ini mulai digalakkan pada tahun 1980-an dan terus berlangsung hingga kini.

Berbagai lembaga terkemuka, seperti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Bandung, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten, Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran.

Pesona legend nan asri wisata Gunung Padang Cianjur (YouTube The Lost Boys) (Ingeu Widyatari Heriana)

Serta, para peneliti independen, telah bekerja sama untuk mengungkap rahasia masa lalu yang tersimpan di sini.

Gunung Padang menawarkan sekilas pandang ke dalam kehidupan prasejarah yang berlangsung antara 3000 hingga 2000 tahun yang lalu.

Punden berundak ini, dengan lima teras yang menjulang dari utara ke selatan, merupakan karya manusia yang memanfaatkan batu alam yang dikenal sebagai batuan kekar kolom.

Baca Juga: Destinasi Wisata Pantai Likupang, Miliki Hamparan Pasir Putih dan Keindahan Laut yang Mempesona

Uniknya, struktur ini berdiri di atas bukit yang secara alami dipenuhi dengan batuan serupa, memberikan kombinasi yang harmonis antara karya manusia dan alam.

Pada tahun 2014, pengakuan resmi terhadap nilai penting situs ini diwujudkan melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.

Halaman:

Tags

Terkini