INSIBERNEWS - Akhir-akhir ini Jepang sedang ramai dengan gaya pernikahan baru yang disebut friendship marriage. Friendship marriage yaitu menikah dengan sahabat tanpa rasa cinta.
Diketahui, jumlah pernikahan di Jepang menurun sebanyak 6 persen pada tahun 2023 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kini lebih banyak anak muda yang memilih hubungan friendship marriage karena terbebas dari cinta dan seks.
Lantas apa yang dimaksud dengan trend friendship marriage? Simak ulasan singkatnya.
Baca Juga: Lionel Messi Cetak Gol, Inter Miami Tetap Kalah 1:3 dari Atlanta United
Apa itu friendship marriage?
Friendship marriage diartikan sebagai hubungan yang terjalin berdasarkan minat dan nilai yang sama antara dua individu di luar rasa cinta atau romantisme.
Friendship marriage merupakan jenis hubungan di mana pasangannya adalah pasangan sah. Mereka bisa hidup bersama, bahkan menjalin hubungan dengan orang lain berdasarkan kesepakatan bersama antara mereka.
Pasangan-pasangan ini berbagi kehidupan berdasarkan rasa saling menghormati, nilai-nilai, budaya, dukungan emosional, dan stabilitas. Orang-orang yang memilih melakukan tren ini yakni mereka dengan pendapatan di atas rata-rata di Jepang, sebaian besar berusia di awal 30-an.
Baca Juga: Ciri-ciri Orang Yang Akan Menjadi Tumbal Pesugihan, Salah Satunya Sering Melihat Makhluk Halus
Tren firendship marriage ini mulai berkembang di negara yang sedang menghadapi tantangan penurunan populasi, seperti menurunnya persentasi pernikahan di Jepang.
Menurut laporan South China Morning Post, semakin banyak anak muda di Jepang yang memilih jenis hubungan pernikahan baru yang bebas dari cinta atau seks, hingga muncul tren ‘Friendship Marriage’ ini.
Selain itu, tren menikah dengan sahabat tanpa rasa cinta ini dapat menjadi sebuah pelarian bagi orang-orang yang tidak ingin menikah namun melakukannya untuk menampilkan citra “stabil dan dewasa” di depan masyarakat atau untuk menyenangkan orang tua mereka seperti mengutip dari South China Morning Post.
Lebih lanjut, laporan tersebut menyatakan bahwa lebih dari 70% pasangan dalam pernikahan persahabatan memilih hubungan tersebut untuk memiliki anak karena masih sulit bagi seorang perempuan lajang untuk menjadi ibu di Jepang.