INSIBERNEWS - Konsumsi minuman manis seperti soda, teh kemasan, dan minuman kekinian terus meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Sayangnya, dampak minuman manis terhadap kesehatan tulang masih sering diabaikan.
Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah serius dalam jangka panjang, termasuk risiko tulang rapuh dan osteoporosis.
Selama ini, minuman tinggi gula lebih dikenal sebagai pemicu obesitas dan diabetes. Namun, para ahli gizi menegaskan bahwa gula cair berlebih juga berperan besar dalam menurunkan kepadatan mineral tulang.
Baca Juga: Akhir Misteri Abu Ubaidah, Hamas Ungkap Identitas Jubir Militernya yang Tewas Diserang Israel
Mengapa Minuman Manis Berbahaya bagi Tulang?
Salah satu penyebab utama kerusakan tulang akibat minuman manis berasal dari kandungan asam fosfat, terutama pada minuman bersoda.
Zat ini dapat mengganggu keseimbangan pH tubuh. Untuk menetralisir kondisi tersebut, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang sebagai penyangga alami.
Akibatnya, cadangan kalsium dalam tulang perlahan berkurang. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan pengeroposan tulang secara mikro dan meningkatkan risiko osteoporosis.
Baca Juga: Anak Nyaris Jadi Korban, Rumah Komedian Diding Boneng Ambruk Usai Hujan Deras
Tak hanya itu, kadar gula yang tinggi dalam minuman manis juga memperparah masalah. Dalam satu gelas minuman manis, kandungan gula sering kali sudah melampaui batas asupan harian yang dianjurkan.
Gula berlebih dapat meningkatkan pembuangan kalsium dan magnesium melalui urine, padahal kedua mineral ini sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat menurunkan kadar vitamin D, sehingga penyerapan kalsium menjadi tidak optimal.
Baca Juga: Saut Situmorang Desak KPK Buka Terang Hitungan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun Kasus Konawe Utara
Pemanis Buatan dan Natrium Tak Selalu Aman
Mengganti gula dengan pemanis buatan bukanlah solusi sepenuhnya. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa pemanis rendah kalori tetap berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.
Selain itu, minuman manis kemasan sering mengandung natrium yang cukup tinggi. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dan berdampak buruk pada kesehatan jantung.