lifestyle

Peran Penting Perjanjian Pranikah: Fondasi Kuat Sebelum Mengikat Janji Suci

Selasa, 29 April 2025 | 21:51 WIB
Ilustrasi Menikah (Foto : iStockphoto.com)

INSIBERNEWS - Perjanjian pranikah atau prenuptial agreement kerap dianggap tabu di tengah masyarakat kita. Namun, belakangan ini kesadaran akan pentingnya dokumen hukum ini mulai tumbuh, khususnya di kalangan pasangan muda.

Perjanjian pranikah bukan sekadar “surat pisah sebelum menikah”, tetapi justru sebagai bentuk kesepakatan awal untuk menjaga hak dan kewajiban masing-masing pihak, terutama terkait harta, aset, dan tanggung jawab selama dan jika pernikahan berakhir.

Baca Juga: Biar Giginya Tetap Kinclong! Ini 5 Tips Jitu Cegah Gigi Anak Jadi Hitam

Salah satu peran utama perjanjian pranikah adalah menghindari sengketa di masa depan. Banyak pasangan yang merasa semua baik-baik saja saat awal menikah, namun saat menghadapi konflik—misalnya perceraian—urusan pembagian harta bisa jadi rumit dan berlarut-larut.

Di sinilah perjanjian pranikah menjadi penyelemat: ia memberi kejelasan siapa yang berhak atas apa, termasuk soal utang, warisan, atau aset usaha.

Baca Juga: Kerja Cerdas vs Kerja Keras: Mana yang Harus Didahulukan?

Bukan cuma soal harta, perjanjian pranikah juga bisa memuat kesepakatan lain yang bersifat prinsipil, seperti bagaimana pengasuhan anak akan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab atas biaya rumah tangga, hingga kebijakan jika salah satu pasangan ingin pindah ke luar negeri.

Hal-hal yang tampaknya kecil ini justru sangat berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang sehat dan terencana.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Menghilangkan Lidah Putih Pada Newborn Akibat Susu

Tak hanya bermanfaat saat terjadi perceraian, perjanjian pranikah juga bisa jadi bentuk perlindungan terhadap pihak yang lebih rentan secara finansial.

Misalnya, pasangan yang tidak bekerja atau menjalani peran ibu rumah tangga penuh waktu dapat memastikan bahwa hak ekonominya tetap dijaga jika suatu hari pernikahan berakhir. Ini memberi rasa aman sekaligus meminimalisir potensi kerugian sepihak.

Baca Juga: Manfaat Buah Markisa yang Jarang Orang Tahu, Ternyata Bisa Untuk Kesehatan Jantung

Maka dari itu, alih-alih dianggap sebagai sinyal ketidakpercayaan, perjanjian pranikah justru sebaiknya dipandang sebagai bentuk kedewasaan dan kesiapan dalam menghadapi pernikahan.

Membahasnya dengan jujur, terbuka, dan disaksikan oleh penasihat hukum bisa menjadi langkah awal membangun pernikahan yang tidak hanya dilandasi cinta, tapi juga rasa tanggung jawab dan perlindungan bersama.

Tags

Terkini