INSIBERNEWS - Kangguru adalah salah satu simbol paling ikonik Australia. Hewan berkantung ini begitu lekat dengan identitas nasional negara tersebut, bahkan muncul di lambang resmi Australia.
Namun, ada banyak fakta unik tentang hubungan kangguru dan Australia yang mungkin belum banyak diketahui. Berikut ulasannya.
- Populasi Kangguru Lebih Banyak daripada Manusia
Di Australia, jumlah kangguru diperkirakan jauh melebihi jumlah penduduk manusia. Pada beberapa tahun terakhir, populasi kangguru mencapai lebih dari 50 juta ekor, sedangkan jumlah penduduk Australia sekitar 26 juta orang.
Artinya, kangguru di Australia bisa dua kali lebih banyak dibanding manusia.
Baca Juga: Mengapa Mayoritas Penduduk Australia Tinggal di Pesisir Pantai?
- Kangguru Hanya Ditemukan Secara Alami di Australia
Meskipun beberapa kerabat kangguru kecil juga ditemukan di Papua Nugini, kangguru besar seperti red kangaroo, eastern grey kangaroo, dan western grey kangaroo hanya hidup liar di Australia.
Mereka telah beradaptasi dengan baik terhadap berbagai lingkungan, mulai dari padang rumput, hutan, hingga gurun.
- Tidak Bisa Jalan Mundur
Salah satu keunikan fisik kangguru adalah ketidakmampuannya berjalan mundur. Ini karena struktur otot dan bentuk ekornya yang besar dan kokoh.
Karena itulah, kangguru bersama burung emu — yang juga tidak bisa mundur — dipilih menjadi lambang nasional Australia, melambangkan kemajuan tanpa mundur.
Baca Juga: 5 Zodiak yang Paling Menyukai Sejarah dan Menghargai Masa Lalu
- Kangguru adalah Spesialis Lompat
Kangguru adalah hewan pelompat yang luar biasa. Mereka dapat melompat sejauh 8–9 meter dalam satu lompatan dan mencapai kecepatan hingga 70 km/jam.
Otot kaki yang kuat dan ekor besar mereka berfungsi sebagai penyeimbang saat bergerak dengan kecepatan tinggi.
- Digunakan dalam Nama Tempat dan Budaya
Banyak nama tempat di Australia berasal dari bahasa Aborigin yang berhubungan dengan kangguru.
Misalnya, nama "kangaroo" sendiri berasal dari kata dalam bahasa Guugu Yimithirr (suku Aborigin di Queensland), yang pertama kali dicatat oleh James Cook pada abad ke-18.