INSIBERNEWS - Globe, bola dunia mini yang kita kenal sebagai representasi bumi, memiliki sejarah panjang yang menarik.
Sebelum peta dunia dua dimensi berkembang luas, globe menjadi salah satu cara paling akurat untuk menggambarkan permukaan bumi. Mari kita telusuri sejarah ditemukannya globe.
- Globe Tertua di Dunia
Globe tertua yang masih ada hingga saat ini dikenal dengan nama Erdapfel (bahasa Jerman yang berarti "apel bumi").
Globe ini dibuat oleh Martin Behaim, seorang navigator dan kartografer asal Jerman, pada tahun 1492 di kota Nürnberg.
Erdapfel dibuat dari bahan kertas yang direkatkan pada bola dari struktur kayu dan dipetakan dengan tangan.
Menariknya, Erdapfel tidak menampilkan Benua Amerika, karena pada saat itu, Christopher Columbus baru saja memulai ekspedisinya ke Dunia Baru, dan Amerika belum tercantum dalam pengetahuan geografis Eropa.
- Inspirasi dari Perkembangan Geografi Kuno
Ide membuat globe sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Seorang filsuf bernama Crates dari Mallus, sekitar abad ke-2 SM, dipercaya telah membuat globe pertama, meskipun karya fisiknya tidak bertahan hingga sekarang.
Pemikiran tentang bumi berbentuk bulat sudah berkembang di kalangan ilmuwan seperti Pythagoras dan Aristoteles jauh sebelum penemuan globe secara fisik.
- Perkembangan Globe Setelah Era Behaim
Setelah Erdapfel, seiring dengan ditemukannya benua-benua baru dan berkembangnya ilmu kartografi, globe-globe baru mulai diproduksi.
Mereka menjadi semakin akurat sejalan dengan eksplorasi dunia yang dilakukan bangsa Eropa di abad ke-15 hingga abad ke-17.
Globe-globe tersebut bukan hanya menampilkan daratan, tetapi juga peta langit yang menunjukkan posisi bintang dan rasi bintang.
Baca Juga: Ingin Lihat Bagaimana Alam Semesta Akan Berakhir? Cek Prediksi Menarik Ini!
- Fungsi Globe dalam Dunia Pendidikan dan Sains
Seiring berjalannya waktu, globe mulai digunakan secara luas di dunia pendidikan sebagai alat bantu visual dalam pelajaran geografi.