INSIBERNEWS - Sebagai orang tua, mendengar bayi mengeluarkan suara grok-grok saat tidur bisa menimbulkan kekhawatiran. Meski terkadang hal ini dianggap wajar, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai.
Bunyi grok-grok ini biasanya terjadi karena saluran napas bayi yang masih sempit dan dipenuhi lendir. Namun, dalam beberapa kasus, suara ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pernapasan yang lebih serius.
Baca Juga: Mau Puasa Lancar Saat Hamil? Jangan Lupa Konsumsi Ini Saat Sahur!
Salah satu penyebab umum bunyi grok-grok pada bayi adalah laringomalasia, yaitu kondisi di mana jaringan di sekitar saluran napas bagian atas masih lunak dan belum berkembang sempurna.
Akibatnya, ketika bayi bernapas, jaringan ini bergetar dan menghasilkan suara grok-grok. Biasanya, laringomalasia akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.
Namun, jika suara grok-grok disertai dengan kesulitan bernapas, berat badan yang tidak bertambah, atau bayi tampak lelah saat menyusu, maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Baca Juga: 10 Makanan Terbaik untuk Ibu Hamil yang Puasa agar Tidak Lemas
Selain laringomalasia, infeksi saluran napas seperti flu atau bronkiolitis juga bisa menyebabkan bunyi grok-grok. Lendir yang menumpuk di saluran napas membuat pernapasan bayi terdengar lebih berat.
Dalam kasus ini, pastikan bayi tetap nyaman dengan menjaga kelembapan udara, memberikan ASI atau susu formula secara cukup, dan membersihkan hidung bayi dengan larutan saline jika diperlukan.
Baca Juga: Studi: Konsumsi Asetaminofen Saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak
Jika bayi mengalami demam tinggi, batuk terus-menerus, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.
Alergi dan refluks asam lambung juga bisa menjadi penyebab suara grok-grok pada bayi. Alergi terhadap debu, susu, atau makanan tertentu dapat menyebabkan peradangan di saluran napas, sementara refluks asam bisa membuat cairan dari lambung naik ke tenggorokan dan menyebabkan suara napas yang tidak normal.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan pola makan dan lingkungan bayi agar terhindar dari pemicu alergi dan gangguan pencernaan.
Baca Juga: Agar Tidur Lebih Nyenyak, Coba 5 Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil