INSIBERNEWS - Gurita adalah salah satu hewan laut paling unik di dunia. Selain kecerdasannya yang luar biasa, gurita juga memiliki sistem peredaran darah yang berbeda dari kebanyakan makhluk lain.
Salah satu fakta paling menarik adalah bahwa gurita memiliki tiga jantung dan darahnya berwarna biru. Keunikan ini membuat mereka dijuluki sebagai "alien laut" oleh para ilmuwan.
Baca Juga: Biografi Adrian Vandenberg, Gitaris Jangkung Kharismatik Asal Belanda
Dua dari tiga jantung gurita berfungsi untuk memompa darah ke insang, sementara satu jantung lainnya mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Namun, yang lebih mengejutkan, ketika gurita berenang, jantung utama yang bertugas mengalirkan darah ke tubuh justru berhenti berdetak.
Inilah alasan mengapa gurita lebih sering merayap di dasar laut daripada berenang terus-menerus, karena berenang dapat membuatnya cepat lelah.
Baca Juga: Resep Kacang Telur Renyah, Cocok Untuk Camilan di Hari Lebaran
Darah gurita berwarna biru karena mengandung hemocyanin, pigmen berbasis tembaga yang lebih efisien dalam mengangkut oksigen di lingkungan laut yang dingin dan memiliki kadar oksigen rendah.
Berbeda dengan manusia yang memiliki hemoglobin berbasis zat besi yang membuat darah kita merah, hemocyanin memberikan warna biru pada darah gurita dan beberapa hewan laut lainnya seperti kepiting dan siput.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Parsel THR Lebaran 2025 untuk Sahabat Tersayang
Selain sistem peredaran darahnya yang unik, gurita juga memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Jika salah satu lengannya putus, gurita bisa menumbuhkannya kembali dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, setiap lengan gurita memiliki ratusan penghisap yang dapat bergerak secara independen. Bahkan, sebagian besar neuron atau sel otaknya tersebar di lengannya, sehingga mereka bisa bereaksi terhadap lingkungan tanpa harus menunggu perintah dari otak pusat.
Baca Juga: Laptop Samsung Galaxy Book4 Edge Copilot+ Punya Tombol AI Khusus
Meski memiliki keunggulan luar biasa dalam bertahan hidup, sayangnya gurita memiliki umur yang sangat pendek. Rata-rata mereka hanya hidup sekitar 1 hingga 2 tahun, dan beberapa spesies besar bisa bertahan hingga 5 tahun.
Setelah bertelur, induk gurita betina biasanya berhenti makan dan akhirnya mati, menjadikan siklus hidup mereka salah satu yang paling unik di dunia hewan.