wisata-kuliner

Tahan Emosi Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Mei 2025 | 09:30 WIB
Ilustrasi Marah (cookie_studio)

INSIBERNEWS - Sering menahan marah atau menyimpan emosi dalam hati ternyata bukan kebiasaan yang sehat. Studi dalam bidang psikologi dan kesehatan menunjukkan bahwa memendam emosi, terutama amarah dan kesedihan, bisa berdampak langsung pada kondisi fisik, termasuk risiko gangguan pada jantung.

Baca Juga: 5 Mitos tentang Merawat Newborn yang Perlu Mom Hindari, Nomor Terakhir Wajib Banget Diingat!

Saat seseorang menahan emosi negatif, tubuh akan tetap bereaksi seolah sedang menghadapi situasi stres. Hormon kortisol dan adrenalin dilepaskan dalam jumlah tinggi, tekanan darah meningkat, dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Jika kondisi ini terjadi berulang atau berlangsung lama, sistem kardiovaskular bisa kelelahan dan memicu penyakit jantung.

Baca Juga: Bahaya MPASI Dini pada Bayi di Bawah 6 Bulan, Ini Risikonya yang Perlu Diwaspadai!

Menurut pakar kesehatan, menekan emosi juga bisa mengganggu sistem saraf otonom, yang bertugas mengatur detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Ketidakseimbangan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya, bahkan ketika tubuh sebenarnya sedang dalam kondisi istirahat.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Kecerdasan Naturalis, Si Pencinta Alam Sejati

Selain itu, memendam emosi sering kali membuat seseorang mencari pelampiasan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan, merokok, atau mengonsumsi alkohol. Kebiasaan ini memperbesar risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga serangan jantung.

Baca Juga: Waspada! 3 Penyakit Ini Rentan Menular pada Bayi dalam Kandungan

Daripada menahan emosi, lebih baik mencari cara sehat untuk mengekspresikannya. Bicara dengan orang terpercaya, menulis jurnal, meditasi, atau konseling bisa membantu menjaga kesehatan mental sekaligus melindungi jantung dari tekanan yang tidak perlu.

Tags

Terkini