Wisatawan Cina Rayakan Tahun Baru Imlek di Thailand, Namun Kekhawatiran Keamanan Mewarnai Prospek Pemulihan Pariwisata

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 30 Januari 2025 | 16:16 WIB
Musim Imlek Meriah di Thailand, Namun Penculikan Turis Membayangi Pemulihan Pariwisata (Gambar oleh tawatchai07 di Freepik)
Musim Imlek Meriah di Thailand, Namun Penculikan Turis Membayangi Pemulihan Pariwisata (Gambar oleh tawatchai07 di Freepik)

INSIBERNEWS - Thailand kembali menyambut gelombang wisatawan asing, terutama dari Cina, yang berbondong-bondong merayakan Tahun Baru Imlek. Dengan harapan besar untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi, otoritas pariwisata Thailand menggelar acara meriah pada Selasa (28/01/2025) di pusat perbelanjaan populer di Bangkok.

Menteri Pariwisata Thailand, Sorawong Thienthong, turut hadir dalam acara tersebut dan menekankan pentingnya Tahun Baru Imlek sebagai ajang untuk mempererat hubungan bilateral antara Thailand dan Cina.

 Baca Juga: Kebun Binatang di Tiongkok Jual Urin Harimau untuk Sembuhkan Rematik, Menarik Kontroversi

Lonjakan Wisatawan dari Cina

Diperkirakan sebanyak 1,3 juta wisatawan, sebagian besar berasal dari Asia Timur, akan mengunjungi Thailand selama musim liburan Tahun Baru Imlek ini. Warga Cina, yang menjadi kontributor utama dari lonjakan jumlah wisatawan, diharapkan memberikan kontribusi signifikan untuk sektor pariwisata yang tengah berjuang bangkit setelah dihantam pandemi COVID-19.

Pejabat pariwisata Thailand optimis bahwa kedatangan para wisatawan ini akan membantu memberikan momentum yang dibutuhkan untuk memulihkan industri pariwisata Thailand, yang merupakan salah satu sektor ekonomi utama negara tersebut.

Tantangan Keamanan dan Pembatalan Reservasi

Namun, di tengah optimisme tersebut, kabar tentang penculikan turis asing justru membayangi prospek pemulihan. Awal bulan ini, seorang aktor Cina dilaporkan hilang di dekat perbatasan Thailand dengan Myanmar. Beruntung, polisi Thailand berhasil menyelamatkannya dari pelaku perdagangan manusia. Aktor tersebut mengungkapkan bahwa ia dibawa ke Myanmar dan dipaksa dilatih untuk menjadi penipu daring.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan masalah keamanan di kalangan wisatawan, yang menyebabkan Asosiasi Perhotelan Thailand melaporkan bahwa sekitar 12.000 reservasi kamar dibatalkan. Otoritas Thailand pun meningkatkan upaya untuk memastikan keselamatan wisatawan dengan memperketat pengawasan dan keamanan di perbatasan.

 Baca Juga: Pemerintah Jepang Tawarkan Rp504 Juta untuk Tinggal di Desa, Dapat Rumah Tradisional di Jepang, Begini Peluang Hidup Nyaman di Pedesaan Negeri Sakura

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Thailand tetap berharap bahwa kedatangan wisatawan selama Tahun Baru Imlek akan menjadi langkah awal yang penting dalam meremajakan industri pariwisata negara tersebut. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata terus berusaha memastikan keamanan para pengunjung, agar Thailand tetap menjadi destinasi pilihan yang aman dan menarik di mata wisatawan internasional.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X