INSIBERNEWS - Takjil merupakan makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh umat Muslim untuk berbuka puasa di bulan Ramadan.
Meskipun sangat populer di Indonesia, takjil memiliki asal-usul yang berkaitan erat dengan tradisi berbuka puasa yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.
Secara harfiah, takjil berasal dari bahasa Arab yang berarti "mempercepat" atau "mencukupkan,".
Baca Juga: Sambangi Warga Terdampak Banjir di Bekasi, Prabowo Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Merujuk pada kebiasaan berbuka puasa dengan sesuatu yang ringan dan cepat, sebelum melanjutkan dengan makan berat.
Tradisi berbuka puasa dengan makanan ringan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berbuka puasa dengan sesuatu yang manis, seperti kurma atau air, sebelum melaksanakan salat Maghrib.
Baca Juga: Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Hal ini bertujuan untuk memberi energi dengan cepat dan meringankan tubuh setelah seharian berpuasa.
Oleh karena itu, kurma dan air menjadi pilihan pertama yang umum dikonsumsi saat berbuka puasa.
Seiring berjalannya waktu, tradisi berbuka dengan makanan ringan ini berkembang di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, takjil tidak hanya terdiri dari kurma atau air, tetapi juga beragam makanan dan minuman manis.
Seperti kolak, es buah, es kelapa, bubur sumsum, hingga berbagai kue tradisional seperti klepon dan kolang-kaling.
Artikel Terkait
Resep Lemper Abon Ayam, Camilan Laris yang Wajib Dicoba Saat Ramadan!
5 Tips Melatih Anak untuk Mulai Menjalankan Puasa pada Bulan Ramadan
Kemendikdasmen Pastikan Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Ramadan 2025 Tidak Berubah
Harga Cabai Rawit Meroket di Awal Ramadan, Sentuh Angka Tertinggi Sejak Pandemi Covid
Sudah Tahu Asal-usul Ngabuburit yang Dilakukan Selama Bulan Ramadan? Ternyata Miliki Kisah Menarik