Penasaran! Kenapa al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas Sering Dibaca Saat Shalat Witir Setelah Tarawih?

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 2 Maret 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi shalat tarawih  (Istimewa )
Ilustrasi shalat tarawih (Istimewa )

INSIBERNEWS - Setelah menyelenggarakan sidang isbat untuk melihat hilal sebagai penanda awal Ramadhan, Kementerian Agama akhirnya mengumumkan 1 Ramadhan 1446 jatuh pada tanggal 1 Maret 2025.

Sehingga umat muslim di Indonesia sudah bisa memulai shalat tarawih sejak Jumat, 28 Februari 2025.

Kegiatan shalat tarawih ini dilakukan dalam rentang waktu setelah masuk shalat Isya sampai sebelum masuk shalat Subuh. Umumnya, shalat tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat ditambah dengan shalat witir.

Baca Juga: Sambut Ramadhan 1446 Hijriah, Sekolah, Masjid, hingga Trans Jakarta Bakal Bagi-bagi Takjil Gratis!

Masyarakat biasanya akan ramai-ramai ke Masjid melakukan shalat tarawih secara berjamaah maupun munfarid atau sendiri.

Kenapa Bacaan Shalat Witir Seringnya al-A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas?
Setelah menyelesaikan shalat tarawih 8 atau 20 rakaat, biasanya dilanjutkan dengan shalat witir yang memiliki rakaat ganjil.

Masjid-masjid di Indonesia biasanya shalat witir dengan 3 rakaat.

Lalu bacaan dalam shalat witir biasanya adalah di rakaat pertama dengan membaca al-A’la, rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas.

Ada perbedaan di kalangan ulama mengenai bacaan shalat witir ini, khususnya pada bacaan di rakaat ketiga.

Baca Juga: PBB Sebut Solusi Antara Negara Israel-Palestina untuk Damai Kian Tipis

Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama atau NU, para ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah sepakat bahwa yang disunnahkan dibaca pada dua rakaat awal shalat witir adalah surat al-A’la di rakaat pertama dan al-Kafirun di rakaat kedua.

Untuk rakaat terakhir, ulama Syafi'iyyah berpendapat untuk membaca surat al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain.

Mu’awwidzatain merupakan sebutan untuk dua surat terakhir di al-Quran, yakni al-Falaq dan an-Nas.

Sedangkan menurut Hanabilah, cukup hanya dengan membaca surat al-Ikhlas.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X