PBB Sebut Solusi Antara Negara Israel-Palestina untuk Damai Kian Tipis

Photo Author
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 11:38 WIB
Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina di Tengah Konflik Gaza (Photo : dok/Reuters)
Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina di Tengah Konflik Gaza (Photo : dok/Reuters)

INSIBERNEWS - Konflik Israel-Palestina kembali menjadi sorotan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, mengingat ketegangan di wilayah tersebut tak kunjung mereda.

Selama bertahun-tahun, solusi dua negara dianggap sebagai jalan terbaik menuju perdamaian.

Baca Juga: Direktur Utama BRI Sebut Peluncuran Bank Emas Pegadaian Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya—peluang untuk mewujudkannya semakin kecil, dan pesimisme kian meluas di kalangan komunitas internasional.

Mairav Zonszein, seorang analis politik dari International Crisis Group, menegaskan bahwa solusi dua negara masih merupakan gagasan yang baik, tetapi keberhasilannya bergantung pada keseriusan semua pihak dalam mengambil langkah nyata.

Baca Juga: 5 Cara Mudah untuk Wujudkan Kabur Aja Dulu ke Jepang, Bagaimana Langkahnya?

"Apakah ini bisa diwujudkan atau tidak sangat bergantung pada sejauh mana pihak-pihak terkait serta komunitas internasional bersedia mengerahkan energi dan modal politik mereka. Sayangnya, saat ini banyak yang pesimistis akan kemungkinan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Jepang Buka Lowongan 820 Ribu Tenaga Kerja Asing, Cocok untuk Kabur Aja Dulu

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag menekankan bahwa sekarang mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk mencapai perdamaian dengan pendekatan ini.

Ia memperingatkan bahwa sekadar mengeluarkan pernyataan tanpa tindakan nyata tidak akan membawa perubahan berarti.

"Masyarakat di kawasan ini bisa hidup dalam damai, aman, dan bermartabat, tetapi kita harus bertindak sekarang sebelum semuanya terlambat," kata Kaag. 

Baca Juga: Pekerja Indonesia Diterima di Sektor Manapun di Jepang Jika Ingin Lakukan Kabur Aja Dulu

Kaag juga menyoroti bahwa secara geografis, peluang solusi dua negara semakin memudar. Ia mendesak komunitas internasional untuk lebih aktif dalam diplomasi dan keterlibatan politik agar solusi ini tetap menjadi pilihan yang layak.

"Kata-kata saja tidak cukup. Kita membutuhkan aksi konkret," tambahnya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X