INSIBERNEWS - Pabrikan otomotif Jerman, BMW, mengumumkan tengah menyiapkan kendaraan berbasis sel bahan bakar hidrogen generasi ketiga yang rencananya siap diproduksi pada 2028.
Proyek ambisius ini tidak dikerjakan sendirian, melainkan lewat kerja sama erat dengan Toyota Motor Corporation, mitra lamanya dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: PLN Wajib Serap Listrik dari Sampah, ESDM Dorong Solusi Energi dan Lingkungan
Dalam keterangan resmi yang dirilis Selasa (2/9/2025), BMW menyebut sistem sel bahan bakar terbaru ini akan membawa lompatan besar dibanding teknologi yang sebelumnya dipakai pada armada uji coba iX5 Hydrogen. Perubahan paling mencolok adalah ukuran sistem yang kini berhasil diperkecil hingga 25 persen.
Baca Juga: Polisi Korban Anarki Dapat Kenaikan Pangkat, Pemerintah Tegaskan Beda Demo Damai dan Kerusuhan
Meski hadir dengan dimensi lebih ringkas, para insinyur justru berhasil meningkatkan kepadatan daya secara signifikan. Hasilnya, sistem ini mampu menghasilkan tenaga lebih besar namun tetap efisien, sehingga membuka peluang untuk penggunaan massal di kendaraan produksi mendatang.
“Generasi ketiga ini menjadi fondasi penting untuk membawa teknologi hidrogen ke tahap produksi massal. Kami ingin memastikan performa tinggi tetap berjalan seiring efisiensi energi,” tulis BMW dalam keterangannya.
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan 2026 Tanpa Pajak Baru, Fokus Perkuat Sistem dan Kepatuhan
Kolaborasi BMW dan Toyota bukan hanya soal berbagi teknologi, tetapi juga strategi efisiensi biaya. Dengan membagi beban penelitian dan pengembangan, kedua raksasa otomotif ini bisa mempercepat proses inovasi tanpa menguras anggaran berlebihan.
Hal ini sekaligus menciptakan ekosistem positif di industri otomotif global yang tengah bergerak menuju era nol emisi.
Baca Juga: Terbuka Dengar Aspirasi Rakyat, Puan Maharani Janji DPR Bakal Berbenah
Untuk mendukung ambisi tersebut, BMW saat ini tengah memperluas jaringan produksi canggih di Eropa. Pusat kompetensi hidrogen perusahaan yang berlokasi di Munich, Jerman, menjadi laboratorium utama dalam membangun sekaligus memvalidasi prototipe sistem sel bahan bakar generasi baru itu.
Setelah tahap uji coba selesai, produksi massal akan dilanjutkan di BMW Group Plant Steyr, Austria. Fasilitas ini bukan pemain baru, karena selama puluhan tahun sudah berpengalaman memproduksi beragam jenis powertrain untuk kendaraan BMW.