otomotif

Kapal Raksasa MV BYD Zhengzhou Sandar di Tanjung Priok, Angkut 7.000 Mobil Sekaligus

Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:50 WIB
BYD COMPANY (Foto : Shutterstock/kittyfly)

INSIBERNEWS - Pelabuhan Tanjung Priok kembali mencatat sejarah baru dalam dunia pelayaran logistik otomotif. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha dari PT Pelindo Multi Terminal, mengumumkan telah melayani kedatangan kapal raksasa bertipe mother vessel, MV BYD Zhengzhou, yang menjadi kapal terbesar yang pernah ditangani di terminal tersebut.

Baca Juga: Hyundai dan BAIC Luncurkan EO, SUV Listrik Perdana di Pasar China September 2025

MV BYD Zhengzhou bukan kapal sembarangan. Kapal ini memiliki panjang mencapai 200 meter dan lebar 39 meter, menjadikannya sebagai salah satu kapal Roll-on Roll-off (RoRo) terbesar di dunia yang dikhususkan untuk pengangkutan mobil dalam jumlah masif. Kapal ini mampu mengangkut hingga 7.000 unit kendaraan dalam satu kali pelayaran, dengan total 15 lantai khusus kargo.

“Kehadiran kapal sebesar MV BYD Zhengzhou ini membuktikan kesiapan infrastruktur dan layanan IPCC dalam melayani arus logistik otomotif skala global,” ujar manajemen IPCC dalam keterangan resminya, awal Agustus 2025.

Baca Juga: Kena Banjir, Komika Apos Masih Sempat Bercanda Mau Ubah Rumah Jadi Kolam Lele

Selain MV BYD Zhengzhou, pada waktu yang berdekatan IPCC juga menangani kapal besar lainnya, MV World Spirit, yang datang dari Singapura. Hal ini menunjukkan lonjakan aktivitas ekspor-impor kendaraan di pelabuhan utama Indonesia itu, sekaligus memperkuat peran Tanjung Priok sebagai hub logistik otomotif kawasan Asia Tenggara.

MV BYD Zhengzhou sendiri merupakan kapal ketujuh dari armada milik produsen kendaraan listrik ternama asal Tiongkok, BYD.

Kapal ini dibuat oleh Guangzhou Shipyard International dan baru rampung pembangunannya tahun ini. Keberadaan kapal ini menjadi bagian dari strategi BYD dalam memperluas pasar ekspor mobil listrik ke berbagai negara.

Baca Juga: BYD dan Denza Dominasi Pasar EV di Indonesia, Ekspansi Layanan Terus Digeber

IPCC menegaskan bahwa layanan terminal telah siap menghadapi tantangan logistik dari kapal-kapal besar seperti MV BYD Zhengzhou. Baik dari sisi fasilitas bongkar muat, manajemen kendaraan, hingga keamanan terminal sudah diatur sesuai standar internasional.

Dengan kapasitas dan fasilitas yang mumpuni, pelabuhan ini kini semakin dilirik oleh banyak perusahaan otomotif dunia sebagai gerbang distribusi kendaraan ke kawasan Asia dan Oseania.

Kedatangan kapal-kapal besar ini sekaligus membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal, termasuk peningkatan volume kerja tenaga bongkar muat dan operator logistik.

Baca Juga: Tesla Gaet Samsung Produksi Chip A16, Nilai Kontrak Tembus Rp270 Triliun

IPCC sendiri optimistis bahwa tren pengiriman kendaraan menggunakan mother vessel akan terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekspor kendaraan dalam negeri. Terutama untuk mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan yang saat ini menjadi fokus banyak negara tujuan ekspor.

Halaman:

Tags

Terkini