INSIBERNEWS - Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, mencatat sejarah baru dengan mengirimkan kendaraan listrik produksi Thailand ke pasar Eropa. Pengapalan perdana ini diumumkan perusahaan pada Senin (25/8) dan disiarkan lewat CarNewsChina pada Selasa (26/8).
Lebih dari 900 unit BYD Dolphin menjadi armada pertama yang berangkat menuju Jerman, Belgia, dan Inggris. Mobil-mobil tersebut diproduksi di pabrik BYD di Thailand yang baru beroperasi sekitar setahun lalu.
Baca Juga: Kejagung Ikut Dalami Dugaan Korupsi Google Cloud di Kasus Chromebook Kemendikbudristek
Kapal pengangkut BYD Zhengzhou menjadi armada pertama yang digunakan untuk mengirim kendaraan listrik dari Thailand langsung ke Eropa. Langkah ini sekaligus menandai babak baru ekspansi global BYD setelah sebelumnya lebih fokus di pasar Asia.
Pabrik BYD di Thailand sendiri memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun. Tidak hanya melayani pasar domestik Thailand, fasilitas tersebut memang dirancang untuk menopang ekspor kendaraan listrik ke berbagai negara.
Baca Juga: Trump Ancam Naikkan Tarif Impor China 200 Persen Gara-Gara Magnet Tanah Jarang
Menariknya, BYD memilih metode Completely Knocked Down (CKD) dalam ekspor kali ini. Artinya, kendaraan dikirim dalam bentuk komponen atau suku cadang yang kemudian akan dirakit kembali di negara tujuan.
Strategi pengiriman CKD ini umum dilakukan produsen otomotif global. Tujuannya untuk menekan bea masuk sekaligus mendorong tumbuhnya industri manufaktur lokal di negara tujuan ekspor.
Baca Juga: Saham Nissan Terjun Bebas Usai Mercedes-Benz Lepas Seluruh Kepemilikannya
Sejak resmi beroperasi pada pertengahan 2024, pabrik BYD di Thailand sudah menunjukkan performa yang cukup impresif. Pada Juli 2025 lalu, perusahaan melaporkan telah mencapai target pengiriman 90.000 unit kendaraan listrik ke konsumen.
Capaian tersebut memperlihatkan permintaan yang terus meningkat, baik di Thailand sendiri maupun di pasar regional. Dengan adanya ekspor perdana ke Eropa, BYD semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama kendaraan listrik dunia.
Baca Juga: Spotify Hadirkan Fitur DM, Kini Bisa Chat dan Berbagi Lagu Langsung di Aplikasi
Ke depan, ekspansi BYD diyakini tidak akan berhenti di Eropa. Perusahaan disebut tengah menjajaki pasar lain yang potensial, seiring dengan meningkatnya tren adopsi mobil listrik secara global dan dukungan kebijakan energi bersih di berbagai negara. ***
Artikel Terkait
Perketat Penyaluran, Menteri ESDM Bahlil Sebut 2026 Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK
Hotman Paris Ditelpon Ridwan Kamil Satu Hari Usai Tes DNA keluar, Minta Saran Terkait Kasusnya Denga Lisa Mariana
Saksi Ahli Dihadirkan Abraham Samad, Soroti Kembali Bayang Otoritarianisme di Kasus Ijazah Jokowi
Vidi Aldiano Buka Suara Soal Kondisi Kesehatan, Tegaskan Masih Kuat Berjuang Lawan Kanker
Tiga Kali Gugat Cerai Mental, Andre Taulany Masih Sah Jadi Suami Erin
Usai Demo Ricuh di DPR, Komdigi Panggil TikTok dan Meta Bahas Konten Provokatif
Spotify Hadirkan Fitur DM, Kini Bisa Chat dan Berbagi Lagu Langsung di Aplikasi
Saham Nissan Terjun Bebas Usai Mercedes-Benz Lepas Seluruh Kepemilikannya
Trump Ancam Naikkan Tarif Impor China 200 Persen Gara-Gara Magnet Tanah Jarang
Kejagung Ikut Dalami Dugaan Korupsi Google Cloud di Kasus Chromebook Kemendikbudristek