Pahami Kode Kekentalan Oli, Rahasia Mesin Motor Tetap Awet dan Bertenaga

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:38 WIB
Ilustrasi Oli (Foto : by freepik)
Ilustrasi Oli (Foto : by freepik)

INSIBERNEWS - Banyak pemilik motor sering kali mengabaikan hal kecil yang justru sangat penting bagi kesehatan mesin, yaitu pemilihan oli. Padahal, jenis oli yang digunakan bisa sangat memengaruhi performa, ketahanan, hingga kenyamanan berkendara sehari-hari. Satu hal yang paling sering dilupakan adalah soal tingkat kekentalan atau viskositas oli.

Kekentalan oli pada dasarnya menunjukkan seberapa mudah cairan ini mengalir pada suhu tertentu. Jika oli terlalu kental, mesin akan bekerja lebih berat karena alirannya lambat.

Baca Juga: Mobil 7 Seater Bekas di Bawah Rp100 Juta, Solusi Nyaman untuk Keluarga Indonesia

Sebaliknya, bila oli terlalu encer, lapisan pelumas bisa cepat menipis sehingga tidak maksimal melindungi komponen mesin dari gesekan. Kondisi ini tentu bisa mempercepat keausan.

Untuk membantu pengguna, produsen oli selalu mencantumkan kode viskositas yang ditetapkan oleh SAE (Society of Automotive Engineers) pada kemasan.

Kode ini biasanya berupa kombinasi angka dan huruf seperti 0W-20 atau 10W-40. Dengan memahami kode tersebut, pemilik motor bisa menyesuaikan oli sesuai kebutuhan mesin dan kondisi lingkungan.

Baca Juga: Daftar Pemain yang Kena Kartu Kuning di Pertandingan Persebaya Surabaya vs Bali United

Di Indonesia, beberapa kode yang umum ditemukan antara lain SAE 0W-20 yang sangat ringan dan cocok untuk mesin modern, SAE 5W-30 yang fleksibel untuk suhu bervariasi, hingga SAE 10W-30 yang ideal di suhu stabil.

Ada juga SAE 10W-40 yang lebih kental saat mesin bekerja panas, serta SAE 15W-40 yang sering dipakai untuk mesin diesel atau kendaraan dengan beban kerja berat. Sementara itu, SAE 20W-50 umumnya digunakan pada motor tua yang membutuhkan oli lebih tebal.

Baca Juga: Remaja Makin Gandrung Investasi Kripto, Antara Peluang dan Risiko yang Mengintai

Setiap jenis oli tentu punya peruntukan masing-masing. Misalnya, motor keluaran terbaru cenderung direkomendasikan menggunakan oli dengan viskositas rendah agar lebih efisien dan hemat bahan bakar. Sedangkan motor lawas biasanya lebih cocok dengan oli yang lebih kental untuk menjaga kompresi mesin tetap optimal.

Hal yang tidak boleh diabaikan adalah rekomendasi pabrikan yang tertera di buku manual kendaraan. Produsen tentu sudah menguji mesin dengan berbagai kondisi sehingga mereka tahu persis jenis oli apa yang paling sesuai. Menggunakan oli yang berbeda dari rekomendasi bisa berdampak pada penurunan performa hingga memperpendek usia mesin.

Baca Juga: Nyak Kopsah Ikut Demo DPR , Bagi-Bagi Makanan Dan Kritik Pemerintah Masyarakat Butuh Kerjaan, Ungkap Banyak Yang DM Minta Makan

Di pasaran, merek-merek oli seperti AHM Oil, Shell Advance, Motul, hingga Pertamina Enduro menyediakan pilihan beragam sesuai kebutuhan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X