INSIBERNEWS - Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya mengambil langkah kompromi dalam polemik tarif otomotif yang belakangan memicu kegelisahan pelaku industri di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa waktu setempat, pemerintah mengumumkan pelonggaran tarif terhadap suku cadang otomotif impor.
Namun, kebijakan ini tetap mempertahankan pajak atas mobil rakitan luar negeri, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri mobil domestik.
Baca Juga: Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar Trump untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri.
“Presiden tengah membangun kemitraan yang kuat dengan produsen mobil nasional dan para pekerja Amerika. Ini bukan hanya soal tarif, tapi soal arah masa depan industri otomotif kita,” ujar Lutnick.
Ia menambahkan, kebijakan ini membuka peluang investasi baru di wilayah Washington, yang diyakini bisa memperluas kapasitas produksi dan menciptakan lapangan kerja.
Baca Juga: LG Gandeng MediaTek Hadirkan Infotainment Mobil Super Canggih Berbasis Chip Tunggal
The Wall Street Journal melaporkan bahwa pelonggaran tarif ini berarti perusahaan yang sebelumnya dikenai bea masuk atas suku cadang tidak akan lagi dibebani tambahan pajak seperti tarif baja dan aluminium.
Bahkan, dalam situasi tertentu, pengembalian dana tarif dapat dilakukan jika kesepakatan final dengan pemerintah tercapai.
Hal ini tentu disambut baik oleh para pelaku industri, terutama mereka yang tengah menavigasi ketatnya persaingan pasar global dan tekanan biaya produksi.
Baca Juga: Huawei Rilis Charger EV 1,5 MW, Bisa Isi Truk Listrik Hanya 15 Menit!
Kebijakan ini juga muncul setelah tekanan publik dan industri kian menguat. Sepekan sebelumnya, koalisi produsen otomotif yang terdiri dari nama-nama besar seperti General Motors, Toyota, Volkswagen, hingga Hyundai, mengirim surat terbuka kepada Gedung Putih.
Mereka mendesak Trump untuk meninjau ulang rencana pengenaan tarif 25 persen atas suku cadang impor, yang menurut mereka bisa melambungkan harga jual mobil dan menurunkan daya saing produk AS di pasar internasional.
Artikel Terkait
Tesla Tunda Peluncuran Model Y Terjangkau, Rencana Produksi Bergeser ke 2026
5 Fitur Mobil yang Harus Ada untuk Perjalanan Jauh yang Nyaman
Tinggalkan Impor Kereta Bekas, KAI Commuter Fokus Datangkan Armada Baru dari China dan INKA
Changan Siap Gempur Pasar Mobil Setir Kanan, Indonesia Jadi Target Strategis
Nilai Tukar Rupiah Naik-Turun, Honda Tetap Gaspol Jaga Harga dan Gairahkan Pasar
Tips Merawat Ban Motor Agar Tidak Gampang Kempes
Kapal Pengangkut Mobil Terbesar Dunia Milik BYD Mulai Pelayaran Perdana, Bawa 7.000 EV ke Brasil
Huawei Rilis Charger EV 1,5 MW, Bisa Isi Truk Listrik Hanya 15 Menit!
LG Gandeng MediaTek Hadirkan Infotainment Mobil Super Canggih Berbasis Chip Tunggal
Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei