INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program hilirisasi akan terus menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa proyek-proyek besar di sektor ini akan tetap berjalan, bahkan tanpa ketergantungan pada investasi asing. Namun, bagi investor luar yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia, pemerintah tetap membuka pintu dengan tangan terbuka.
Baca Juga: Kemensos Targetkan Bansos Cair Sampai Tuntas Sebelum Ramadhan 2025
"Kita akan mulai tahun ini. Minimal ada 15 megaproyek yang bernilai miliaran dolar yang akan kita jalankan tanpa harus meminta-minta investasi dari luar negeri," ujar Prabowo dalam sebuah kesempatan.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Bung Karno untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Hakim Harus Berintegritas, Tegakkan Keadilan Tanpa Pandang Bulu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Wakil Menteri Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan 35 proyek hilirisasi yang akan ditawarkan kepada investor.
Proyek-proyek ini telah diidentifikasi dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Baca Juga: SPBU di Sukabumi Disegel, Pertamina dan Polri Tegas Tindak Kecurangan BBM
Secara keseluruhan, 35 proyek tersebut memiliki nilai investasi yang sangat besar, mencapai US$ 123,8 miliar atau setara dengan Rp 2.015 triliun (asumsi kurs Rp 16.282).
Ini mencakup berbagai sektor strategis yang akan memperkuat ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Baca Juga: Inilah Profil Sho Yamamoto yang Dapat Kartu Kuning vs Persik Kediri di BRI Liga 1 2024-2025
Dengan melanjutkan kebijakan hilirisasi yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya, Prabowo berharap Indonesia dapat