INSIBERNEWS - Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MGB) milik pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak hanya membutuhkan anggaran besar, tetapi juga strategi implementasi yang matang.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bahkan menyamakan pelaksanaan MGB seperti menggelar hajatan besar.
"Banyak di ruangan ini yang mungkin sudah memiliki mantu atau dalam hal ini menggelar pernikahan anak. Biasanya Anda mengundang 500 orang, 1.000 orang, atau jika sangat kaya mungkin (tamu undangan) 5.000 orang," tuturnya.
Baca Juga: BRI Dapat Apresiasi Pemerintah dalam Upaya Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global
Namun, berbeda dengan pernikahan yang memiliki persiapan panjang, program MBG harus diselenggarakan setiap hari untuk jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Oleh sebab itu, pemerintah harus memastikan bahwa distribusi makanan berlangsung efektif dan efisien.
"Kami menyediakan makanan (MBG) untuk 5.000 (anak) per fasilitas, setiap hari. Jadi, Anda merasa seperti memiliki pesta pernikahan setiap hari selama setahun penuh," jelasnya.
Berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi penyebab
terjadinya pemangkasan anggaran di berbagai kementerian.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi sebesar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, program ini diperkirakan dapat menciptakan sekitar 185.000 lapangan pekerjaan serta mengurangi angka kemiskinan hingga 0,19 persen.
Baca Juga: Harvey Moeis Divonis 20 Tahun, Sandra Dewi Justru Terciduk Liburan di Singapura?
Dengan dampak ekonomi yang signifikan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan terus mendukung program prioritas nasional ini.
"Karena menyediakan lebih dari 350.000 sekolah dan lebih dari 90 juta siswa di Indonesia bukanlah tugas yang mudah. Bukan hanya dari segi besaran anggaran, tetapi juga dari segi penyampaiannya," ujar Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 11 Februari 2025.***