INSIBERNEWS - Pihak berwenang di Pennsylvania sedang memburu pencuri yang diduga mencuri 100.000 butir telur dari sebuah trailer distribusi, di tengah melonjaknya harga telur yang memicu aksi borong di banyak toko di Amerika Serikat.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (1/2) malam sekitar pukul 20.40 di Kota Antrim, menurut laporan kepolisian. Hingga kini, belum ada tersangka yang berhasil diamankan.
Baca Juga: Waduh! Kena Boikot Fans Fanatik, Film A Business Proposal Sepi Penonton
Megan Frazer, perwakilan dari kepolisian negara bagian Pennsylvania, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengandalkan informasi dari masyarakat untuk mengungkap kasus ini.
"Kami berharap ada yang tahu sesuatu dan bersedia melapor. Ini kasus yang cukup unik, selama 12 tahun saya bertugas, belum pernah mendengar ada pencurian telur sebanyak ini," ujar Frazer kepada Associated Press (AP).
Baca Juga: Buntut Kasus Pemerasan, AKBP Bintaro Resmi Dipecat Dari Polri!
Kasus ini terjadi di tengah krisis harga telur yang terus meroket akibat wabah flu burung. Sejak 2023, jutaan ayam petelur terpaksa dimusnahkan, membuat produksi telur menurun drastis.
Akibatnya, harga telur di pasar Amerika naik lebih dari dua kali lipat. Beberapa restoran bahkan mulai menerapkan biaya tambahan untuk telur, seperti Waffle House yang mengenakan ekstra 50 sen per butir karena kelangkaan pasokan.
Baca Juga: Ikuti Jejak AS, Israel Resmi Tinggalkan Dewan HAM PBB
Kondisi ini juga menjadi bahan perdebatan politik. Dalam kampanyenya, Donald Trump berkali-kali menegaskan bahwa ia akan menurunkan harga bahan makanan jika kembali terpilih sebagai presiden.
Meski harga rata-rata telur di AS pada Desember 2024 mencapai $4,15 per lusin—lebih rendah dibandingkan rekor $4,82 dua tahun sebelumnya—Departemen Pertanian AS memperkirakan harga masih akan naik hingga 20% tahun ini.
Baca Juga: Skandal Jiwasraya: Peran Isa Rachmatarwata dalam Persetujuan Produk hingga Rugi Triliunan
Dengan kondisi pasar yang semakin tidak menentu, pencurian 100.000 butir telur ini menambah daftar panjang dampak dari krisis pangan yang sedang melanda.
Kini, pertanyaannya adalah: apakah ini sekadar kejahatan biasa, atau ada motif ekonomi yang lebih besar di baliknya? Polisi masih terus menyelidiki, dan masyarakat diharapkan segera melapor jika memiliki informasi terkait kasus ini.