Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (1/2/2025), kurs dollar AS yang ditampilkan Google tersebut tidak sesuai level seharusnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso.
Baca Juga: Bulog Dapat Rp39 Triliun untuk Serap Beras Petani, Zulhas: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Beli!
Sehingga pihak BI segera melakukan koordinasi dengan pihak Google Indonesia.
Hal tersebut dilakukan oleh BI agar ketidaksesuaian kurs dollar AS yang ditampilkan oleh Google bisa dikoreksi.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan,” ujar Ramdan.***